Kamis 30 April 2020, 05:15 WIB

Terbukti Terima Suap Kader PAN Dibui 6 Tahun

Rif/Ant/P-3 | Politik dan Hukum
Terbukti Terima Suap Kader PAN Dibui 6 Tahun

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Terdakwa bekas anggota DPR Fraksi PAN Sukiman (kanan) mendengarkan putusan via konferensi video di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

 

ANGGOTA Komisi XI DPR periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman divonis 6 tahun penjara, membayar uang pengganti Rp2,65 miliar dan US$22 ribu, serta denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia terbukti menerima suap terkait dengan alokasi anggaran untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua.

“Menyatakan terdakwa Sukiman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama enam tahun dikurangi masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Sunarso di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Persidangan itu berlangsung melalui konferensi video. Majelis hakim berada di pengadilan tipikor yang berlokasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sedangkan jaksa penuntut umum KPK berada di Gedung Merah Putih KPK, sementara Sukiman beserta penasihat hukumnya berada di ruangan lain Gedung KPK.

Vonis tersebut lebih rendah dari­pada tuntutan jaksa, yakni yang bersangkutan dipenjara selama 8 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Putusan itu berdasarkan dakwaan pertama dari Pasal 12 ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim yang terdiri atas Sunarso, Duta Baskara, dan Sofialdi juga menjatuhkan hukuman pembayaran uang pengganti seperti yang dituntut jaksa KPK.

“Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa membayar uang pengganti Rp2,65 miliar dan US$22 ribu selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap,” kata hakim Sunarso.

Jika dalam jangka waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti, harta bendanya disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti itu. “Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, dipidana penjara selama satu tahun,” tambahnya.

Majelis hakim juga mengabulkan permintaan jaksa untuk mencabut hak politik Sukiman. “Menjatuhkan hukuman tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya.”

Dalam perkara itu, Sukiman terbukti menerima suap Rp2,65 miliar dan US$22 ribu (sekitar Rp307,6 juta) atau totalnya mencapai Rp2,957 miliar terkait dengan alokasi anggaran Kabupaten Pegunungan Arfak.

Tujuan penerimaan suap tersebut agar Sukiman dan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik II Kementerian Keuangan Rifa Surya mengupayakan Kabupaten Pegunungan Arfak mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari APBN Perubahan TA 2017 dan APBN TA 2018. (Rif/Ant/P-3)

Baca Juga

Antara

Istana Diterpa Hoaks Lama soal PKI, KSP: Ada Kelompok Cari Pasar

👤Henri Siagian 🕔Minggu 31 Mei 2020, 08:15 WIB
Masyakarakat, kata dia, semakin muak dengan cara tidak beradab dalam menyerang Jokowi dan...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kenormalan Baru bagi ASN Mulai 5 Juni

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 31 Mei 2020, 06:00 WIB
Adaptasi dalam tatanan normal baru di kementerian, lembaga, dan daerah, meliputi penyesuaian sistem kerja, dukungan SDM dan infrastruktur,...
Chandan KHANNA / AFP

Protes masih Terus Merebak di Banyak Kota AS

👤The Guardian/BBC/Hym/I-1 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:40 WIB
Demonstrasi berlangsung damai pada siang hari ketika para pengunjuk rasa berbaris dari Los Angeles ke New York, tetapi demonstrasi berubah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya