Kamis 30 April 2020, 02:35 WIB

Warga DKI Jangan Kendur Disiplin

Warga DKI Jangan Kendur Disiplin

ANTARA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa ia tidak mau buruburu mengumumkan pertambahan kasus covid-19 di Jakarta yang mulai menurun.

Pasalnya, Anies tidak ingin masyarakat mengendurkan kedisiplinan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku di Jakarta. Apalagi, kedisiplinan itu dicapai dengan sangat sulit karena harus terlebih dulu membangun kesadaran.

“Kami tidak mau ketika kami umumkan kasus menurun, lalu semua kedisiplinan yang dibangun mengendur. Orang berbondong-bondong keluar rumah. Kita tunggu dulu,” ungkap Anies di Jakarta, kemarin.

Anies mengakui ada penurunan laju peningkatan kasus covid-19 di Jakarta. Pun dengan jumlah pemakaman yang mengalami penurunan. Namun, Anies tak ingin buru-buru mengatakan hal tersebut ialah hasil dari PSBB yang dilakukan. Ia juga tidak mau terlalu cepat mengambil keputusan melonggarkan PSBB.

Ia mengambil contoh Singapura yang sebelumnya dikatakan sukses mengendalikan penularan kasus covid-19, yang awalnya tidak menerapkan karantina wilayah. Singapura hanya menerapkan status  disease outbreak response system condition (dorscon) yang memiliki empat kategori warna, dari hijau, kuning, oranye, hingga merah.

Panduan dorscon ini pernah diterapkan saat Singapura dilanda wabah SARS dengan warga masih diizinkan bekerja dan beraktivitas, tetapi menjalankan social distancing dan memperketat penggunaan masker.

Namun, sejak awal April lalu, terjadi ledakan jumlah kasus covid- 19. Mayoritas ledakan terjadi di permukiman padat yang ditinggali imigran. Singapura pun meninggalkan dorscon dan menetapkan semi lockdown. Warga tidak lagi diizinkan beraktivitas di luar rumah, sekolah, dan tempat -tempat umum pun ditutup.

“Karena itu, kita jaga PSBB ini dengan amat serius dan seluruh Jakarta saya minta dengan hormat mari kita ambil tanggung jawab. Saya tidak pernah kirim pesan kita sudah selesai. Saya tidak mau berspekulatif terhadap masyarakat,” tegasnya.


WFH

Jumlah perusahaan di Jakarta yang telah melaksanakan kebijakan be erja dari rumah atau work from home (WFH), hingga Rabu (29/4), ada 3.902 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.056.877 orang. Disnakertrans DKI Jakarta mencatat jumlah tersebut berdasarkan laporan dari perusahaan. Dari 3.902 perusahaan, sebanyak 1.346 perusahaan dengan 183.273 tenaga kerja telah menghentikan seluruh kegiatan operasional kerja selama PSBB.

Lalu, sisanya ada 2.556 perusahaan dengan 873.604 tenaga kerja mengurangi sebagian kegiatan operasional kerja. Adapun perusahaan yang ditutup karena melanggar PSBB terdapat 101 perusahaan. (Put/Ins/J-1)

 

Baca Juga

Antara/Indrianto Eko Suwarso

Pejalan Kaki dan Pesepeda Jadi Raja Jalanan Selama PSBB Transisi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 23:30 WIB
Dalam pasal 21 ayat 1 berbunyi 'Selama masa transisi untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi...
MI/Ramdani

Anies Resmi Teken Keputusan Tentang PSBB Transisi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:42 WIB
Keputusan Gubernut No 563 tahun 2020 tentang Pemberlakuan, Tahapan, dan Pelaksanaan Kegiatan/Aktivitas PSBB Pada Masa Transisi Menuju...
MI/Ramdani

Tiga Bandar Ganja Dituntut Hukuman Mati

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:43 WIB
Tiga terdakwa bandar ganja 219 kilogram (kg) dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana mati, dalam persidangan di Pengadilan Negeri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya