Rabu 29 April 2020, 21:39 WIB

Hingga Akhir April, Bencana Masih Hantui Indonesia

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Hingga Akhir April, Bencana Masih Hantui Indonesia

Antara
Ilustrasi

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi masih melanda beberapa wilayah Indonesia hingga akhir April 2020. Banjir dan longsor terjadi di beberapa titik wilayah Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.

Banjir terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Selasa lalu (28/4). Bencana ini mengakibatkan 2.000 KK terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu faktor pemicu banjir yang merendam rumah dan fasilitas umum lain.

"Meskipun berangsur surut, tinggi muka air masih berada pada 50 cm pada pagi ini," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4)

Bencana yang sama terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Genangan yang merendam 294 hektar sawah teridentifikasi di Desa Bojong, Kecamatan Kayuwangetan. Meskipun terdampak banjir, warga tetap bertahan di rumah masing-masing. TIdak ada korban jiwa akibat bencana ini.

Masih di wilayah Kabupaten Cilacap, tanah longsor terjadi di Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan. BPBD setempat melaporkan panjang longsoran mencapai 8 meter. Longsor ini terjadi di wilayah dengan kemiringan tebih 35 derajat. Tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

"Di samping longsor, retakan tanah terjadi di kabupaten Cilacap, tepatnya Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur. Retakan mengakibatkan satu unit rumah rusak berat," sebutnya

Sedangkan di Kalimantan Timur, banjir menggenang beberapa titik di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dua kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Sepaku, dengan wilayah Desa Karang Jinawi, Tengin Baru, Sukara dan Kelurahan Sepaku. Di wilayah Kecamatan Penajam, banjir menggenani Kelurahan Nenang dan Lawe. Banjir pun telah surut, namun hanya Kelurahan Sepaku masih terjadi genangan.

"Genangan pun sempat terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat beberapa waktu lalu, meskipun segera surut," jelasnya

Data dari Januari hingga April 2020, bencana hidrometeorologi masih menempati urutan teratas kejadian bencana di Indonesia. Total kejadian banjir berjumlah 437 kali, puting beliung 355, tanah longsor 267 dan kekeringan 1, sedangkan bencana lain yaitu kebakaran hutan dan lahan 119, gempa bumi 4, erupsi gunung api 3 dan gelombang pasang dan abrasi 2.

Menyikapi potensi bahaya, masyarakat kata dia diimbau untuk selalu siap siaga dan waspada terhadap potensi bencana alam di tengah bencana nonalam, yaitu Covid-19 yang melanda seluruh provinsi di Indonesia. (OL-2)

 

Baca Juga

covid19.go.id/Riset MI-NRC

Pola Hidup Baru Turunkan Penularan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:47 WIB
Data terbaru pasien sembuh dari covid- 19 bertambah lagi 252 orang sehingga total pasien sembuh menjadi...
MI/BARY FATHAHILAH

Kemenag Beri Wewenang kepada Kecamatan

👤Ifa/Ins/JS/X-11 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:30 WIB
Kebijakan itu akan dievaluasi setiap bulan terkait dengan situasi pandemi. Bila ada rumah ibadah di sebuah kecamatan tapi sering digunakan...
Dok Instagram @armandmaulana04

Armand Maulana Hibur Tenaga Medis

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:10 WIB
PENYANYI Armand Maulana, 49, telah menjalankan beragam aksi sosial selama pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya