Rabu 29 April 2020, 19:39 WIB

Kantongi Izin Kemenperin, 125 Perusahaan di DKI Abai Aturan PSBB

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Kantongi Izin Kemenperin, 125 Perusahaan di DKI Abai Aturan PSBB

MI/RAMDANI
Pekerja berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/4).

 

DARI hasil inspeksi ke 703 perusahaan, sebanyak 125 perusahaan yang masih beroperasi di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ternyata lalai terhadap protokol kesehatan virus korona atau covid-19.

Sebanyak 125 perusahaan itu merupakan perusahaan yang dilarang beroperasi selama PSBB, namun mendapatkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) dari Kementrian Perindustrian.

"Dari 125 perusahaan dengan 21.538 pegawai itu diberi peringatan atau pembinaan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Rabu (29/4).

Baca juga: Akhirnya, Pasien Korona Sembuh di Jakarta lebihi Meninggal Dunia

Inspeksi ke perusahaan dilakukan di enam wilayah. Di Jakarta Selatan ada 6 perusahaan dengan 580 pegawai abai terhadap protokol kesehatan covid-19. Di Jakarta Barat ada 20 perusahaan dengan 1.746 pegawai.

Baca juga: Kemenhub Izinkan Lion Air Terbang ke Zona Merah dan PSBB

Di Jakarta Utara ada 46 perusahaan dengan 10.940 pegawai, di Jakarta Timur ada 53 perusahaan dengan 8.272 pegawai. Untuk di Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu tidak ditemukan.

Laporan lainnya yang ditemukan ialah 462 perusahaan atau tempat kerja yang diperbolehkan beroperasi sesuai aturan PSBB dengan 55.648 pekerja belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan. Pihak Disnaker memberikan peringatan.

Sampai Rabu (29/4), sebanyak 116 ratusan perusahaan ditutup karena melanggar PSBB dan tidak termasuk dalam 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10.

Sebelumnya, Andri membeberkan sudah 900 perusahaan diizinkan beroperasi oleh Kemenperin. Ia menyayangkan keputusan tersebut karena masih mengizinkan ratusan perusahaan beroperasi di tengah PSBB.

"Itu yang kita sayangkan. Kami tidak alergi malah mendukung, tetapi di sistem yang dibuat itu sistem untuk situasi normal, sistem online yang dibuat itu," terang Andri (27/4) lalu.(X-15)

Baca Juga

ANTARA/Risky Andrianto

8 Juni, Nikita Mirzani Hadapi Tuntutan Kasus Dugaan Penganiayaan

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:24 WIB
Dalam persidangan tersebut, Nikita membeberkan fakta mengapa penganiayaan yang dilaporkan oleh Dipo...
ANTARA

Satu Orang Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Masih Dikejar

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:14 WIB
Atas dasar laporan tersebut penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya berhasil melacak pemilik akun Instagram tersebut yang berinisial M dan...
ANTARA/Fauzi Lamboka

Tabrakan dengan Trans-Jakarta, Sopir Bajaj Jadi Tersangka

👤Astri Novaria 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:42 WIB
Bus Trans-Jakarta melalui jalan utama dari halte ke arah Bintang Mas. Sementara, jalan yang dilalui pengemudi bajaj itu bukan jalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya