Rabu 29 April 2020, 18:32 WIB

Pemerintah: Program Kartu Prakerja Menyesuaikan untuk Bansos

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah: Program Kartu Prakerja Menyesuaikan untuk Bansos

Antara Foto/Moch Asim
Pendaftaran program kartu prakerja

 

DIREKTUR Jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono mengungkapkan, awal mula tercetusnya program Kartu Prakerja ialah untuk mendorong perbaikan kualitas angkatan kerja Indonesia.

Pasalnya sebanyak 57,54% angkatan kerja Indonesia merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD). Hal itu, kata Bambang, menyebabkan kualitas angkatan kerja dan produktivitas tenaga kerja Indonesia tertinggal dibanding negara lain.

Oleh karenanya, kala itu program Kartu Prakerja didesain untuk meningkatkan dan memperbarui kemampuan angkatan kerja di Indonesia. Dari program itu pula diharapkan dapat terintegrasi antara kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

"Mismatch dunia kerja dan tenaga kerja di atas 50%. Di saat yang sama kita mengalami puncak bonus demografi. Penduduk usia produktif mencapai 70%," terang Bambang dalam webinar bertajuk 'Kebijakan Program Kartu Prakerja' pada Rabu (29/4).

Selain itu, tantangan revolusi industri 4.0 juga menjadi suatu yang harus dihadapi. Untuk menghadapinya dibutuhkan angkatan kerja yang mumpuni. Pasalnya, kata Bambang, dari hasil studi, revolusi industri 4.0 akan banyak menggerus lapangan pekerjaan karena adanya otomatisasi industri.

"2030 Indoensia akan kehilangan 23 juta pekerjaan, namun bila kita berhasil memanfaatkan teknologi, maka itu akan menghasilkan pekerjaan baru yang menggantikan pekerjaan sebesar 27 juta sampai 46 juta lapangan pekerjaaan. Oleh karena itu Kartu Prakerja berusaha menjawab tantangan tersebut," jelas Bambang.

Namun lantaran merebaknya pandemi covid-19, skema-skema yang telah disusun dalam program Kartu Prakerja itu mau tidak mau harus disimpan terlebih dulu. Oleh karenanya dalam program berbasis pelatihan kerja itu, pemerintah mengurangi porsi pelatihan dan menambah porsi bantuan sosial.

Tujuannya ialah agar peserta pelatihan tetap dapat meningkatkan maupun memperbarui keterampilannya dengan berbagai keterbatasan dan juga dapat menjaga daya belinya yang terganggu karena pandemi.

"Tadinya Kartu Prakerja pure meningkatkan kompetensi dan skill, namun karena situasi ini kita ubah menjadi pemberian insentif dan jaminan sosial. Harapannya ini bisa menjadi suplemen untuk modal kerja agar keterampilan yang dimiliki dan insentif ini mewujudkan peluang baru untuk bekerja," terang Bambang.

Di kesempatan yang sama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomia, Mohammad Rudy Salahuddin menuturkan, asessment pelatihan Program Kartu Prakerja turut dimudahkan untuk menyesuaikan target yang saat ini disusun.

"Yang tadi angkatan muda belum berkesempatan bekerja, ini lebih mendorong masyarakat-masyarakat terbawah yang mencapai sekolah menengah atas dan pertama. Mengapa kita memudahkan masyarakat penerima manfaat tersebut. Karena kita melihat kebijakan penerima bansos ini tidak ke kelompok bantuan sosial manapun," tutur Rudy.

Oleh karenanya, di lain sisi program Kartu Prakerja dapat dijadikan momen oleh pemerintah untuk membentuk data baru terkait angkatan kerja dengan kemampuan terbatas dan tergolong miskin.

"Ini adalah start awal kita untuk mendata orang kurang yang mungkin bukan kelompok bansos manapun, karena selama ini kita hanya melihat bansos itu lewat aset. Dari aset lah kita melihat ini 25% termiskin di Indonesia," jelas Rudy. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Harapan Pemulihan Ekonomi Tekan Nilai Tukar Yen

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:55 WIB
Greenback menguat 1,06% terhadap yen Jepang menjadi 108,72 yen, tertinggi sejak 9...
ANTARA/IGGOY EL FITRA

Emas Turun US$16 karena Investor Ambil Untung 

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:31 WIB
Emas berada di bawah tekanan karena semua indeks ekuitas utama di seluruh dunia naik pada Selasa (2/6), meskipun indeks dolar AS...
 ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd.

Hilirisasi Nikel dan Kobalt Jadi Andalan

👤MI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:20 WIB
PEMERINTAH mengandalkan pengolahan nikel dan kobalt untuk menjadi barang tambang yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya