Rabu 29 April 2020, 17:50 WIB

Kandidat Vaksin Covid-19 dari Oxford Tunjukkan Kemajuan

Nur Aivanni | Internasional
Kandidat Vaksin Covid-19 dari Oxford Tunjukkan Kemajuan

AFP/Andrew Caballero Reynolds
Ilmuwan sedang meneliti virus covid-19

 

DALAM perlombaan di seluruh dunia untuk menemukan vaksin yang bisa menghentikan virus korona tipe baru penyebab Covid-19, laboratorium yang melakukannya dengan cepat ada di Universitas Oxford.

Sebagian besar tim lain harus mulai dengan uji klinis kecil dari beberapa ratus peserta untuk membuktikan keamanan vaksin.

Tetapi, para ilmuwan Jenner Institute di Universitas Oxford memulainya dengan vaksin yang sebelumnya dikembangkan untuk menangani virus korona sebelum wabah Covid-19 merebak. 

Pengembangkan vaksin itu diteruskan setelah ada pembuktian bahwa virus korona tipe baru punya inokulasi yang serupa, termasuk satu tahun lalu terhadap virus korona sebelumnya. Vaksin yang dikembangkan diklaim tidak berbahaya bagi manusia.

Itu memungkinkan mereka untuk melompat maju dan menjadwalkan pengujian vaksin virus korona baru mereka yang melibatkan lebih dari 6.000 orang pada akhir bulan depan. Pengujian tersebut diharapkan tidak hanya menunjukkan bahwa itu aman, tetapi juga berhasil.

Baca juga : Covid-19 Meluas, Presiden Mesir Perpanjang Status Darurat

Para ilmuwan Oxford sekarang mengatakan bahwa dengan persetujuan darurat dari regulator, beberapa juta dosis pertama vaksin mereka dapat tersedia pada bulan September, setidaknya beberapa bulan lebih awal dari upaya yang lain, jika itu terbukti efektif.

Saat ini, ilmuwan di Jenner Institute telah menerima berita yang menjanjikan yang menunjukkan bahwa ketersediaan vaksin pada September kemungkinan terwujud.

Bulan lalu, ilmuwan di Laboratorium Rocky Mountain, di National Institutes of Health, di Montana menyuntik enam monyet rhesus dengan dosis tunggal dari vaksin Oxford.

Hewan-hewan itu kemudian terpapar virus dalam jumlah besar yang menyebabkan pandemi, paparan yang secara konsisten membuat monyet lain sakit di laboratorium tersebut.

"Tetapi lebih dari 28 hari kemudian, keenamnya sehat," kata Vincent Munster, peneliti yang melakukan pengujian. (Economic Times/OL-7)

Baca Juga

AFP

Korban Tewas Akibat Covid-19 Iran Sudah Lebih dari 8.000 Lho...

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:53 WIB
Jahanpour mengatakan 125.206 pasien telah pulih dan telah dikeluarkan dari rumah sakit sejauh ini, sementara 2.585 pasien masih dalam...
AFP/WILLIAM WEST

Hamilton Kembali Bersuara Terkait Kasus Rasial George Floyd

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:45 WIB
Sikap pemerintah dan penegak hukum di Amerika Serikat benar-benar membikin juara Formula Satu Lewis Hamilton...
Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Demonstran di AS Langgar Aturan Jam Malam

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:25 WIB
Pada hari kedelapan berlangsungnya aksi demonstrasi, kampung halaman Floyd di Houston mengadakan pawai peringatan yang menarik puluhan ribu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya