Rabu 29 April 2020, 16:10 WIB

Kredit yang Ditangguhkan Cicilannya Capai Rp217 Triliun

Dhika Kusuma Winata | Ekonomi
Kredit yang Ditangguhkan  Cicilannya  Capai Rp217 Triliun

Ist
Menteri Keuangan Sri Mulyani

 

Pemerintah memerintahkan bank agar tidak menarik angsuran dari para penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit ultra mikro lainnya. Untuk itu pemerintah akan mengambil alih pembayaran bunganya.

Lalu, berapa besar nilai kredit yang pembayaran pokoknya itu ditunda oleh bank?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan total penundaan pembayaran untuk angsuran pokok kredit, yang termasuk kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan juga ultramikro selama enam bulan mencapai Rp 271 triliun.

Relaksasi penundaan pembayaran cicilan pokok itu diberlakukan kepada UMKM selama enam bulan agar para pelaku usaha mampu bertahan, di tengah situasi sulit wabah virus Corona baru atau  covid-19.

"Total keduanya, untuk penundaan angsuran mencapai Rp 271 triliun-an, dari total angsuran yang ditunda selama enam bulan,"ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual usai rapat terbatas melalui konferensi video yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Dari total Rp271 triliun itu, Sri Mulyani merinci untuk penundaan bayar cicilan pokok Kredit Usaha Rakyat, Ultra Mikro, Program Mekaar, dan kredit di Pegadaian mencapai Ro105,7 triliun.

Sedangkan untuk penundaan bayar cicilan pokok kredit UMKM di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), perbankan umum dan perusahaan pembiayaan mencapai Rp165,4 triliun.

Relaksasi penundaan pembayaran pokok ini diberikan kepada debitur yang terdampak situasi pandemi covid-19.

"Kalau bank kemudian karena adanya penundaan angsuran menghadapi masalah likuiditas, pemerintah akan siapkan mekanisme interbank, namun pemerintah juga siapkan cadangan bantuan dukungan likuiditas bagi bank yang melakukan restrukturisasi dengan penempatan dana pemerintah di bank tersebut. Ini akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP)," jelas Sri Mulyani.
 
Dalam pembukaan rapat terbatas itu, Presiden Joko Widodo meminta penerapam lima skema besar dalam program perlindungan dan pemulihan ekonomi sektor UMKM termasuk program khusus bagi usaha ultramikro.

Dari lima skema itu, di antaranya adalah relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM. Kemudian, relaksasi penundaan angsuran dan subsidi bunga bagi KUR, kredit ultra mikro atau UMi, debitur program Mekaar dan debitur mikro di Pegadaian. (Ant/E-1)

 

Baca Juga

DOK MI

Hadapi New Normal, BRI Bantu Berdayakan Pedagang Pasar di Malang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:55 WIB
Nantinya, sebanyak 27 pasar basah yang ada di seluruh Wilayah Kota Malang bisa memanfaatkan platform Stroberi milik BRI dan jasa antar...
Antara

PNS Kemenko Perekonomian Work From Office Mulai 27 Mei

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 26 Mei 2020, 00:51 WIB
"Pada Kamis besok, 27 Mei, Kemenko Perekonomian berencana akan mengambil inisiatif untuk work from office secara terbatas. Dan,...
Antara/M Risyal Hidayat

Dibuka Besok, IHSG Diprediksi Melemah

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:08 WIB
Analis menilai pergerakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan. Namun, sentimen dari pasar keuangan global patut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya