Rabu 29 April 2020, 14:16 WIB

Celah Pandemi Covid-19, Fintech Ilegal Cari Mangsa

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Celah Pandemi Covid-19, Fintech Ilegal Cari Mangsa

Ilustrasi
Hati-hati fintech ilegal

 

SATGAS Waspada Investasi imbau masyarakat berhati-hati terhadap banyaknya penawaran pinjaman dari fintech lending tidak berizin serta penawaran investasi ilegal yang marak muncul memanfaatkan kondisi ekonomi yang sedang melemah akibat dampak covid–19.

“Saat ini masih marak penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sasaran mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang cepat untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, Rabu (29/4).

Menurut Tongam, penawaran pinjaman dari fintech lending yang tidak berizin sangat merugikan bagi masyarakat, karena selain mengenakan bunga yang sangat tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek, mereka juga akan meminta akses semua data kontak di ponsel nasabah.

“Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan,” sambungnya.

Pada masa pandemi covid-19 ini, tepatnya pasa bulan April 2020, Satgas menemukan 81 fintech peer to peer lending ilegal. Sehingga total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 s.d. April 2020 sebanyak 2.486 entitas.

Tongam juga meminta agar masyarakat yang memanfaatkan pinjaman fintech lending menggunakan dananya untuk kepentingan yang produktif dan bertanggungjawab untuk mengembalikan pinjaman tersebut sesuai waktu perjanjian.

Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 18 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

"Modus penawaran investasi 18 perusahaan ini sangat merugikan karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar. Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasi laman entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah laman tersebut resmi milik entitas yang memiliki izin," ujar Tongam.

Dari 18 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan 12 penawaran investasi uang tanpa izin. Hal tersebut ialah terdapat 2 Multi Level Marketing tanpa izin; 1 Perdagangan Forex tanpa izin; 1 Cryptocurrency atau crypto asset tanpa izin; 1 Kegiatan Undian berhadiah tanpa izin; dan 1 Investasi emas tanpa izin.

Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat agar sebelum melakukan pinjaman di fintech lending ataupun berinvestasi di sektor keuangan untuk memahami beberapa hal yakni ;

1. Memastikan pihak yang menawarkan pinjaman fintech lending atau investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

2. Memastikan pihak yang menawarkan pinjaman fintech lending dan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

3. Masyarakat bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau 081157157157 atau email konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id untuk menanyakan informasi mengenai perusahaan fintech lending ataupun entitas investasi yang sudah memiliki izin. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Agung Rajasa

Punya Kontribusi Besar, Kinerja Sektor Manufaktur Perlu Digenjot

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:16 WIB
Tahun lalu, kontribusi sektor industri terhadap PDB mencapai 17,58%. Angka itu menunjukkan sektor industri masih memberikan kontribusi...
MI/SUSANTO

DPD HIPPI DKI Jakarta Apresiasi Langkah Menteri BUMN Bantu UMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:30 WIB
UMKM yang bergerak disektor kontruksi dan konsultan tahun ini diperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat...
Antara/Wahdi Septiawan

Neraca Perdagangan Produk Pertanian Masih Positif

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 25 Mei 2020, 13:54 WIB
Ini merupakan dampak dari penguatan produksi dalam negeri dan upaya pemerintah membuka akses pasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya