Rabu 29 April 2020, 16:45 WIB

Ini Cara Relawan Medis di RSD Wisma Atlet Hilangkan Penat

Mediaindonesia.com | Humaniora
Ini Cara Relawan Medis di RSD Wisma Atlet Hilangkan Penat

ANTARA
Ilustrasi - Seorang relawan mencoba pelindung wajah (Face Shield) disela-sela pembuatan alat tersebut, di Jakarta, Senin (6/4)

 

PARA relawan medis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta menikmati berbagai fasilitas untuk menghilangkan penat seperti karaoke, kata perawat Steven Stallone August.

"Kami disuplai dengan baik oleh Pemerintah baik berupa makan dan minum. Walau kadang ada beberapa hal yang kurang mengenakkan di hati, kita maklumi saja namanya juga darurat," kata Steven dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (29/4).

Baca juga: Covid-19: Satu Desa di Kabupaten Bangli Diisolasi Total

Perawat yang bertugas di ruangan ICU Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet itu juga mengaku mendapatkan fasilitas untuk melepas penat setelah merawat pasien dalam pengawasan(PDP) dan mereka yang sudah positif terinfeksi Covid-19.

Beberapa fasilitas itu antara lain untuk berolahraga seperti tenis meja dan bulu tangkis. Selain itu terdapat scooter yang membuat mereka bisa berkeliling kompleks Wisma Atlet dan fasilitas karaoke.

Steven adalah perawat yang berasal dari Surabaya yang mendapatkan informasi soal pembukaan penerimaan relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari seorang teman yang sudah bertugas duluan di RS Darurat Wisma Atlet.

"Sempat terpikir takut untuk mendaftar karena katanya berbahaya. Pada dasarnya insting saya sebagai merawat kapan saya bisa turun menangani wabah skala internasional secara langsung," kata dia.

Setelah beberapa kali tertunda, dia akhirnya berhasil lolos pendaftaran relawan medis dan terbang dari Surabaya ke Jakarta untuk menjalani tes kesehatan.

Sejak saat itu dia bertugas untuk memastikan kondisi pasien positif Covid-19 dan PDP yang dirawat di ruang ICU, unit untuk pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

Tugas Steven sendiri masih panjang, bulan depan dia harus menjalani karantina selama 14 hari sebelum harus kembali bertugas selama sebulan.

Sejauh ini, menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sudah terdapat 28.900 orang yang terdaftar sebagai relawan dengan 5.500 di antaranya mendaftar sebagai relawan medis. (Ant/OL-6)
 

Baca Juga

Antara

Kampus USU Bersiap Masuki Kenormalan Baru

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:20 WIB
KENDATI berada di Kota Medan yang masih berstatus zona merah penularan Covid-19, kampus USU tengah memersiapkan sistem dan lingkungan...
Antara/NOVA WAHYUDI

Pasien Positif 29.521, 6 Provinsi Nihil Kasus Baru Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:05 WIB
Ada 19 prov yang angka kenaikannya di bawah 10, diantaranya 3 provinsi hanya melaporkan 2 kausus baru, 4 provinsi melaporkan 1 kasus...
MI/Djoko Sarjono

Kunci Kenormalan Baru itu Cuma Disiplin Diri

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:20 WIB
TANPA pendisiplinan protokol kesehatan, bukan tidak mungkin akan muncul klaster baru kasus Covid-19 yang lebih parah dari kondisi yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya