Rabu 29 April 2020, 13:00 WIB

Uskup Ruteng Tolak Rencana Pabrik Semen di Manggarai Timur

Gaudensius Suhardi | Nusantara
Uskup Ruteng Tolak Rencana Pabrik Semen di Manggarai Timur

Dok Pribadi
Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat

 

USKUP Ruteng Mgr Siprianus Hormat menolak rencana pembangunan pabrik semen di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Gereja hanya mendukung kegiatan investasi yang menjunjung tinggi keadilan, menghargai martabat manusia, dan tidak merusak lingkungan hidup.

Menurut dia, sikap gereja Manggarai sangat jelas dan tegas. Sikap itu sudah disampaikan dalam pernyataan divisi Justice, Peace, Integrity of Creation (JPIC) Keuskupan Ruteng. "Sikap Gereja Lokal Manggarai lengkap dikutip di pernyataan JPIC," kata Sipri kepada Media Indonesia, Rabu (29/4).

Baca juga: Tolak Pabrik Semen di Matim, Viktor: NTT Butuh Semen

Sipri membagikan laporan JPIC berjudul Narasi singkat sebagai laporan tentang kegiatan eksplorasi tambang batu gamping dan pabrik semen di Luwuk.

Disebutkan, JPIC Keuskupan Ruteng sudah melakukan studi dokumen dan survei di wilayah Lengkololok dan wilayah Luwuk berkaitan dengan rencana pabrik semen. Kedua wilayah itu terletak di Manggarai Timur.

"Survei kami membuktikan ada dua kegiatan ekonomi di sana. Pertama, eksplorasi tambang jenis bebatuan golongan C batu gamping sebagai bahan dasar semen. Kedua, kegiatan pabrik produksi semen. Eksplorasi tambang jenis bebatuan, batu gamping, lokasinya di wilayah Kampung Lengkololok. Lokasi pabrik semen di Kampung Luwuk."

Baca juga: NTT Alihkan Anggaran Ternak Babi Rp2 Miliar Untuk Covid-19

Laporan JPIC yang diteken Marthen Jenarut menyebutkan masyarakat di Lengkololok dan Luwuk terbelah. Sebagian masyrakat menerima/menyetujui kehadiran pabrik. Mereka yakin kehadiran pabrik mengatasi kemiskinan dan kesulitan hidup.

"Keyakinan mereka diletakkan pada penetapan harga ganti rugi tanaman sebesar Rp500 ribu per pohon, biaya pembebasan lahan kurang lebih dari Rp12 ribu sampai Rp16 ribu per meter persegi. Saat ini masyrakat di dua kampung tersebut sudah mendapatkan uang muka sebesar Rp10 juta per kepala keluarga. Persetujuan masyrakat tertuang dalam surat kesepakatan antara masyarakat setempat dan pihak perusahaan yang diketahui kepala desa setempat."

Keuskupan Ruteng meminta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas untuk mengawasi dengan ketat dan memberikan perlindungan kepada masyrakat Luwuk dan Lengkololok.

Meskipun Bupati Manggarai Timur tidak berwewenang mengeluarkan izin tambang tersebut, kata dia, bupati masih mempunyai kewenangan untuk menerbitkan izin lingkungan sebagai prasyarat izin usaha dan isin eksploitasi.

"Kita berharap izin lingkungan yang diterbitkan oleh bupati sungguh menjunjung tinggi asas objektivitas dan transparansi dalam proses terbitnya izin lingkungan. Sampai dengan saat ini belum ada kajian Amdal pada dua lokasi tersebut."

Sebelumnya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengizinkan pabrik semen di Manggarai Timur karena memang ada kebutuhan. Jika Manggarai Timur menolak pabrik semen, kata Viktor, ia akan pindahkan pabrik itu ke Timor. (X-15)
Gaudensius Suhardi

Baca Juga

ANTARA

Industri dan Pekerja Harus Terapkan New Normal di Tempat Kerja

👤Apul Iskandar 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:56 WIB
Labor Institute Indonesia atau Institute Kebijakan Alternatif Ketenagakerjaan Indonesia mengimbau para pelaku industri untuk...
MI/Gabriel Langga

Para Sopir Pengantar Ikan di Sikka Ancam Sandera Mobil BBM

👤Gabriel Langga 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:49 WIB
Kecewa dan diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat, para sopir pengantar ikan mengancam akan menyandera mobil BBM dari Sikka ke...
MI/Supardji Rasban

Grup WA Brebes Bagi Masker Setelah Ditemukan Banyak Warga Abai

👤Supardji Rasban 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:43 WIB
Pembagian masker sekaligus penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di persimpangan jalan utama kota Kecamatan Ketanggungan, arah menuju...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya