Rabu 29 April 2020, 11:43 WIB

BI: Pemerintah Dapatkan Rp16,6 Triliun dari Lelang SBN Kemarin

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Pemerintah Dapatkan Rp16,6 Triliun dari Lelang SBN Kemarin

ANTARA
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

 

GUBERNUR Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan perkembangan terkini mengenai lelang SBN di pasar perdana yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan pada Selasa (28/4) lalu di mana pemerintah berhasil mendapatkan Rp16,6 triliun.

Pada perdagangan SBN kemarin, Perry mengatakan bahwa pemerintah telah menaruh target lelang di angka Rp20 triliun dengan target maksimal Rp40 triliun. Sementara itu, angka bid yang masuk pada lelang kemarin dikatakan telah mencapai angka Rp44,4 triliun.

"Dalam lelang itu, BI sebagai nonkompetitif bid, artinya kita nge-bid tapi nggak dihitung dalam perhitungan harga. Kita hanya sampaikan jumlahnya dan harganya ditentukan dari bid oleh pasar. BI tidak ikut dalam perhitungan harga di pasar itu," ungkapnya dalam video conference, Rabu (29/4).

Lebih lanjut, menurut Perry sesuai dengan nota kesepahaman antara BI dan Kemenkeu di pasar nonkompetitif, BI diperbolehkan mengajukan bid maksimum sebanyak 25%.

Dengan demikian, BI mampu mengajukan Rp10 triliun salam lelang tersebut. Namun, Perry mengatakan bahwa pihaknya ingin terlebih dahulu mengedepankan pelaku pasar.

"Sehingga dalam non kompetitig bid kami mengajukan Rp7,5 triliun. Bid yang masuk jumlahnya Rp44,4 triliun di antaranya Rp7,5 triliun dari BI. Itu tidak mempengaruhi di dalam perhitungan rata-rata yield kemarin," ujar Perry.

"Berapa yang kemudian dimenangkan kemarin dari bid Rp44,4 triliun. Dari pengumuman pemerintah, dimenangkan Rp16,6 triliun diantaranya Rp2,3 triliun dari BI dan Rp14,3 triliun sisanya dari pasar," sambungnya. 

Baca juga: BI Prediksi Inflasi April 2020 akan Mencapai 0,18%

Tentu saja dengan kesepakatan bersama dengan BI dan pemerintah dalam hal target, Perry menyampaikan bahwa lelang SBN kemarin tidak terpenuhi. Maka dsri itu, hari ini pemerintah kabarnya akan kembali membuka lelang tambahan dengan harga yield 10 tahun 8,08%.

"Pemerintah hari ini saya dengar akan membuka lelang tambahan dengan harga seperti kemarin targetnya Rp23,38 triliun karena sisa target kemarin," kata Perry.

Di lelang tambahan ini, dia pun menyebutkan bahwa BI bisa mengajukan bid atau penawaran dengan jumlah yang sama seperti lelang SBN kemarin yakni Rp7,5 triliun.

Perry pun mengatakan jika pada lelang kedua atau lelang tambahan ini juga belum memenuhi target, pemerintah bisa melakukan lelang tahap ketiga

"Kalau belum cukup juga bagaimana? Nanti bisa tahap ketiga yaitu private placement, bisa perbankan, BI atau pemerintah. Harganya mengacu pada harga pasar terkini, sesuai yang diterbitkan oleh PHEI (Penilai Harga Efek Indonesia)," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

THINKSTOCK

Lazada dan Pakuwon Group Hadirkan e-mall Pertama

👤Retno Hemawati 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 00:23 WIB
Konsumen dari seluruh Indonesia bisa mendapatkan akses mudah untuk berbelanja produk-produk dari berbagai merek ternama...
DOK PUPR

Tol Pandaan-Malang Raih Sertifikat Green Toll Road Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Juli 2020, 23:11 WIB
Pembangunan Tol Pandaan-Malang dinilai  memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan berkelanjutan sejak tahap perancangan,...
DOK PUPR

Kementerian PUPR Sertifikasi Pekerja Bangunan Program Sarhunta

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Juli 2020, 23:08 WIB
Dikatakan Menteri Basuki, saat ini jumlah SDM konstruksi yang bersertifikasi relatif sedikit, baik tenaga kerja konstruksi ahli, madya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya