Rabu 29 April 2020, 14:15 WIB

Lebih dari 300 Kasus Covid-19 Ditemukan di Penjara Maroko

Basuki Eka Purnama | Internasional
Lebih dari 300 Kasus Covid-19 Ditemukan di Penjara Maroko

AFP/FADEL SENNA
Seorang seniman membuat mural yang menampilkan para pekerja esensial di Kota Sale, Maroko.

 

LEBIH dari 300 kasus covid-19 telah dideteksi di tiga penjara di Maroko setelah napi dan sipir di 73 penjara itu dites. Hal itu diungkapkan Badan Pengelola Penjara Maroko, Selasa (28/4).

Setelah lebih dari 1.700 tes covid-19 dilakukan di berbagai penjuru Maroko, sebanyak 303 infekssi ditemukan di sebuah penjara di Kota Ouarzazate, 62 di antaranya pada sipir.

Sebanyak 10 kasus ditemukan di penjara di Marrakesh serta di Ksar Kebir.

Baca juga: Kasus Covid-19 Italia Tembus 200.000

Pengujian lanjutan akan dilakukan untuk mengonfirmasi lima terduga kasus covid-19 di penjara Tangiers.

Badan Pengelola Penjara Maroko mengatakan kasus covid-19 di dalam penjara yang dihuni hampir 80 ribu napi itu berhasil dikendalikan berkat langkah pencegahan seperti karantina dan pengadilan yang digelar secara virrual.

Pada awal April, lebih dari 5.650 napi dilepaskan setelah mendapatkan pengampunan dari raja dalam upaya menekan angka penyebaran covid-19 di dalam penjara.

Maroko telah menginfirmasi 4.353 kasus covid-19 termasuk 165 kematian. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Anthony WALLACE

Korut Dukung Keputusan Tiongkok di Hong Kong

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 08:46 WIB
"Karena masalah Hong Kong adalah masalah yang berkaitan sepenuhnya dengan urusan dalam negeri...
AFP/Marco LONGARI

Dua Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Tewas karena Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 08:45 WIB
Dari sekitar 100 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di sekitar 15 misi yang berbeda di berbagai penjuru dunia, keduanya...
AFP/ Justin Sullivan/Getty Images

Twitter Sembunyikan Cicitan Trump Terkait Kekerasan Minneapolis

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 08:27 WIB
"Cicitan ini melanggar aturan Twitter karena mengobarkan kekerasan. Namun, Twitter telah menentukan mungkin karena kepentingan publik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya