Rabu 29 April 2020, 12:45 WIB

Doni Monardo: Jangan Anggap Merdeka dari Korona, Tetap Disiplin

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Doni Monardo: Jangan Anggap Merdeka dari Korona, Tetap Disiplin

ANTARA
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo

 

ADANYA kabar gembira terkait jumlah pasien positif terinfeksi virus korona yang dirawat di rumah sakit (RS) mengalami penurunan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan untuk saat ini tidak boleh berpuas diri dengan data yang ada namun tentunya ada harapan yang optimistis.

"Bahwa bila disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan secara kolektif kita bisa lebih awal mengakhiri wabah," kata Doni kepada Media Indonesia, Rabu (29/4)

Baca juga: PSI Tuntut Dinsos Serius Tangani Masalah Tunawisma karena PHK

Sebaliknya, kata Doni, bila masyarakat terus melanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) yang ada tentunya akan berdampak luas dan lebih lama dalan penanganan Covid-19.

"Namun bila tidak disiplin bisa lebih lama seperti permodelan matematis yang di buat sejumlah pakar," sebut Doni.

Diketahui, kedisiplinan mengikuti aturan PSBB mulai membuahkan hasil. Terjadi penurunan jumlah kasus positif Covid-19 dan pemakaman dengan prosedur tetap penyakit menular tersebut.

Salah satunya seperti pemberlakuan PSSB di DKI Jakarta. Sepanjang 23-27 April 2020 terus terjadi penurunan jumlah kasus pasien positif Covid-19.

“Angka yang kita lihat hari ini mencerminkan kebijakan kita dua minggu sebelumnya (PSBB). Tingkat kematian (di Jakarta per harinya) juga turun,” sebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemarin.

Saat ini hanya 12% warga di Jakarta yang masih menggunakan kendaraan umum untuk beraktivitas. Selain itu, sudah ada penurunan drastis jumlah kendaraan umum sebesar 88%.

Ia menegaskan kedisiplinan warga dengan mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jarak sangat memengaruhi efektivitas PSBB.

“Tapi saya ingin sampaikan kepada semua (warga), jangan anggap kita sudah merdeka dari Covid-19. Perjuangan masih terus untuk tetap disiplin,” ujar Anies.

Jika tren penurunan jumlah penderita covid-19 terus berlangsung, imbuhnya, PSBB bisa tidak diperpanjang lagi. “Ketika nanti pasien dalam pengawasan terus menurun, kita akan kembali ke normal. Kita berharap hal ini segera terjadi,” kata Anies.

Sementara itu, menurut pakar kesehatan dr Handrawan Nadesul, kasus kesembuhan meningkat dan yang dirawat berkurang sebenarnya bukan petunjuk yang bermakna. Justru yang memberikan harapan ialah jika angka kejadian kian menurun dan semakin sedikit sehingga kurva data melandai.

Baca juga: Putusan Sidang Koperasi Indosurya Dijadwal Hari Ini

“DKI hari ini flat, nah itu yang memberikan harapan,” tegas Hendrawan.

Dia berharap masyarakat terus mematuhi aturan PSBB sehingga tren penurunan kasus covid-19 tetap terjaga. Jika PSBB dilanggar, akan muncul lagi kasus-kasus baru. (OL-6)

Baca Juga

MI/Bary Fathahilah

Pelanggaran PSBB Meningkat, Jumlah Denda Capai Rp700 Juta

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:23 WIB
Angka ini mengalami peningkatan 14,2% karena pada 29 Mei tercatat jumlah denda yang terkumpul mencapai Rp600...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Tirai Plastik Tameng Penyebaran Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:45 WIB
SUASANA berbeda terlihat di sejumlah kios pasar di wilayah Kota...
 MI/PIUS ERLANGGA

Sejak April, 1.290 Perusahaan Disidak, 210 Ditutup

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:42 WIB
Tercatat sebanyak 210 perusahaan telah ditutup dari hasil sidak tersebut. Para perusahaan itu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya