Rabu 29 April 2020, 05:54 WIB

Penanganan Covid-19 Jadi Bahan Kampanye Peserta Pilkada Jambi

Antara | Nusantara
Penanganan Covid-19 Jadi Bahan Kampanye Peserta Pilkada Jambi

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah warga antre sembako di gedung Baznas Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/4/2020).

 

PENANGANAN penyebaran covid-19 di Provinsi Jambi menjadi bahan kampanye bagi calon kepala daerah di wilayah itu. 

"Penanganan covid-19 ini bisa menjadi bahan kampanye, bahkan saat ini sepertinya hal tersebut sudah berjalan," kata Ketua Komunitas
Peduli Pemilu dan Demokrasi (Kopipede) Provinsi Jambi, Mochammad Farisi di Jambi, Selasa (28/4).

Menurut dia, akan lebih baik jika calon kepala daerah yang mayoritas merupakan bupati dan wali kota fokus terhadap penanganan covid-19 tersebut, mengingat saat ini pandemik covid-19 semakin mengkhawatirkan. Masyarakat, katanya, akan lebih mampu melihat mana calon kepala daerah yang memiliki integritas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, dalam mengambil keputusan-keputusan di masa-masa sulit seperti saat ini.

"Yang lebih cekatan dalam mengambil tindakan dalam penanganan covid-19 ini akan memiliki nilai tambah di tengah-tengah masyarakat," kata Mochammad Farisi.

Selain itu, pandemik covid-19 ini turut menjadi ujian bagi para calon kepala daerah karena sewaktu ingin mencalonkan diri, tidak terpikirkan bagi mereka akan adanya pandemik covid-19. Sehingga di tengah pandemik covid-19 para calon dituntut lebih cekatan dalam mengambil tindakan untuk dapat mengambil simpatik masyarakat.

Jadwal pemilihan kepala daerah nantinya turut memengaruhi jalannya pemilihan kepala daerah. Jika pilkada serentak dilaksanakan pada awal Desember, lanjut Farisi maka ingatan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil para calon kepala daerah di masa pandemik masih terekam jelas. Namun jika pilkada serentak dilaksanakan di pertengahan tahun atau akhir tahun 2021, maka calon kepala daerah harus lebih berjuang untuk mengingatkan kembali terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diambil.

Meski penanganan covid-19 dijadikan sebagai bahan kampanye, hal tersebut memiliki dampak positif bagi masyarakat. Karena kebijakan tersebut tentunya memihak masyarakat.

"Namun para calon dituntut untuk lebih jeli dalam menjalankan kebijakan tersebut. Jangan sampai kebijakan-kebijakan tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya. 

baca juga: Menkes Setujui PSBB di Gorontalo

Penanggulangan covid-19 dijadikan ajang kampanye juga telah dilakukan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bansos hand sanitizer dari Kementerian Sosial diberi label stiker gambar Bupati Sri Mulyani, yang tahun ini akan mencalonkan lagi menjadi bupati untuk periode kedua. Label hand sanitizer ini terungkap setelah mantan pimpinan KPK Laode M Syarif mengunggah foto di botol hand sanitizer berstiker bupati Klaten di akun twitternya. Ciutan Laode ini menjadi trending topik. Sri Mulyani kabarnya telah meminta maaf. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN

Temanggung Akan Kucurkan Bantuan Rp4,9 Miliar Untuk 6000 UMKM

👤Tosiani 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:54 WIB
Bantuan  anggaran dari Pemkab Temanggung hanya akan diberikan pada pelaku usaha kecil dan usaha mikro yang usahanya goyah akibat...
MI/Lilik Darmawan

Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran

👤Kristiadi 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:36 WIB
BPBD Kabupaten Pangandaran melaporkan ratusan rumah di Deda Majingklak Kecamatan Kalipucang terendam banjir rob dengan ketinggian 30-40...
MI/Dwi Apriani

Harga Daging Ayam di Aceh Naik Drastis

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Kamis 28 Mei 2020, 08:26 WIB
Selain harga daging sapi dan daging kerbau, harga daging ayam di Aceh naik drastis sejak H-2 lebaran hingga sekarang. Harga daging ayam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya