Rabu 29 April 2020, 06:00 WIB

Disiplin Warga Berbuah Harapan

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Disiplin Warga Berbuah Harapan

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Wali Kota Bogor Bima Arya keluar dari bilik disinfektan di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin

 

KEDISIPLINAN mengikuti aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai membuahkan hasil. Terjadi penurunan jumlah kasus positif covid-19 dan pemakaman dengan prosedur tetap penyakit menular tersebut.

Itu terjadi antara lain di DKI Jakarta. Sepanjang 23-27 April 2020 terus terjadi penurunan jumlah kasus pasien positif covid-19. “Angka yang kita lihat hari ini mencerminkan kebijakan kita dua minggu sebelumnya (PSBB). Tingkat kematian (di Jakarta per harinya) juga turun,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemarin.

Menurut Anies, saat ini hanya 12% warga di Jakarta yang masih menggunakan kendaraan umum untuk beraktivitas. Selain itu, sudah ada penurunan drastis jumlah kendaraan umum sebesar 88%.

Ia menegaskan kedisiplinan warga dengan mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jarak sangat memengaruhi efektivitas PSBB.

“Tapi saya ingin sampaikan kepada semua (warga), jangan anggap kita sudah merdeka dari covid-19. Perjuangan masih terus untuk tetap disiplin,” ujar Anies.

Jika tren penurunan jumlah penderita covid-19 terus berlangsung, imbuhnya, PSBB bisa tidak diperpanjang lagi. “Ketika nanti pasien dalam pengawasan terus menurun, kita akan kembali ke normal. Kita berharap hal ini segera terjadi,” kata Anies.

Menurut pakar kesehatan dr Hendrawan Nadesul, kasus kesembuhan meningkat dan yang dirawat berkurang sebenarnya bukan petunjuk yang bermakna. Justru yang memberikan harapan ialah jika angka kejadian kian menurun dan semakin sedikit sehingga kurva data melandai.

“DKI hari ini flat, nah itu yang memberikan harapan,” tegas Hendrawan.

Dia berharap masyarakat terus mematuhi aturan PSBB sehingga tren penurunan kasus covid-19 tetap terjaga. Jika PSBB dilanggar, akan muncul lagi kasus-kasus baru.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani mengatakan dunia usaha belum tentu cepat pulih meskipun terjadi tren penurunan kasus positif covid-19 di Jakarta seminggu terakhir ini.

“Ada beberapa faktor yang memengaruhi kelumpuhan industri, salah satunya kebijakan PSBB, minimnya customer confidence (market), kesulitan mencari bahan baku, dan lain-lain,” ujarnya, kemarin.

Shinta menyebut ada indikasi pergeseran penyebaran covid-19 ke daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal Jatim merupakan episentrum perekonomian kedua setelah DKI Jakarta.

“Selama Pulau Jawa masih belum bebas covid-19, perekonomian Indonesia juga belum 100% pulih,” ungkapnya.

Pasien sembuh bertambah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, kemarin, menyatakan jumlah pasien sembuh terus bertambah menjadi 1.254 orang. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak, yakni 363, diikuti Jawa Timur (144), Sulawesi Selatan (108), Jawa Barat (103), Jawa Tengah (89), dan wilayah lain di Indonesia.

Yurianto juga mengatakan angka kematian yang terkonfirmasi terus melemah. Kemarin ada penambahan pasien meninggal delapan orang sehingga totalnya menjadi 773. Angka tersebut berangsur-angsur turun apabila dibandingkan dengan data per hari sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah kasus terkonfirmasi positif naik menjadi 9.511. Hal itu menunjukkan bahwa masih terus ada penularan virus korona di tengah masyarakat. (Hld/Ssr/Fer/Put/CS/RS/AU/BB/YH/LD/SL/HT/AS/JI/JS/X-11)

Baca Juga

Dok. Pemprov DKI Jakarta

Covid-19 Indonesia Sumbang 0,85 Persen Kasus di Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 23:16 WIB
Data statistik Johns Hopkins University Medicine mencatat Indonesia turut menyumbang 0,85 persen dari kasus positif Covid-19 di...
Antara/M Agung Rajasa

BPOM: Sinovac Penuhi Syarat Dapatkan Label Halal

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 22:45 WIB
Aspek kehalalan vaksin telah diperiksa...
Ist

Mencari Sistem Pembelajaran yang Tepat di Masa Pandemi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 26 November 2020, 22:40 WIB
Menemukan metode pembelajaran online yang tepat untuk mahasiswa tidaklah mudah. Menurutnya, di era digital, kesenjangan teknologi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya