Selasa 28 April 2020, 20:30 WIB

Pelaku Usaha Ritel Jerman Bujuk Pemerintah Izinkan Buka Toko

Antara | Internasional
Pelaku Usaha Ritel Jerman Bujuk Pemerintah Izinkan Buka Toko

Antara
Pelajar pekerja membantu memanen asparagus di pertanian Albert Trimbor, ditengah pandemi virus korona di Jerman.

 

PELAKU usaha ritel di Jerman pada Selasa (28/4) membujuk pemerintah untuk mengizinkan pertokoan kembali buka pada 4 Mei seraya mengatakan pelanggan dapat berbelanja dengan bijak saat toko-toko yang lebih kecil kembali buka pada minggu lalu.

Otoritas di Jerman mengizinkan toko dengan luas sampai 800 meter persegi (sekitar 8.600 kaki persegi) kembali beroperasi pada pekan lalu, begitu juga dengan toko buku dan toko jual sepeda serta mobil. Walaupun demikian, para pelaku usaha wajib memastikan mereka dan para pengunjung menerapkan jaga jarak serta menjaga kebersihan.

Asosiasi ritel nasional (HDE) mengkritik kebijakan itu hanya diberlakukan untuk pertokoan kecil. Mereka menyebut langkah itu tidak adil untuk pelaku usaha besar, membuat bingung pelanggan, dan mengatakan pelaku usaha dengan toko berukuran besar dan kecil mampu mengikuti aturan jaga jarak. "Kembali dibukanya pertokoan dengan luas sampai 800 meter persegi merupakan langkah yang bertanggung jawab. Tidak ada pelanggan yang berduyun-duyun datang ke toko, pengunjung bersikap tenang dan sadar atas risiko," kata ketua asosiasi, Stefan Genth lewat pernyataan tertulis.

Pemerintah Jerman menetapkan karantina wilayah pada 17 Maret dan aturan jaga jarak akan tetap berlaku setidaknya sampai 3 Mei.

Kanselir Angela Merkel mengatakan ia khawatir warga Jerman terlalu dini melonggarkan aturan pembatasan sosial. Ia pun masih bersikukuh menolak tekanan dari negara-negara di kawasan yang meminta Jerman terus melonggarkan kebijakannya itu.

Asosiasi ritel di Jerman meminta kebijakan kembali dibukanya pertokoan berlaku secara nasional daripada hanya di daerah tertentu. Kebijakan baru itu mencakup kewajiban pakai masker karena pemerintah yang seharusnya menetapkan aturan itu bukan pemilik toko, demikian kata pihak asosiasi.

"Pelaku usaha ritel bukan pengganti anggota kepolisian. Kewajiban pakai masker merupakan urusan negara," kata Genth. (OL-12)

Baca Juga

AFP/WILLIAM WEST

Hamilton Kembali Bersuara Terkait Kasus Rasial George Floyd

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:45 WIB
Sikap pemerintah dan penegak hukum di Amerika Serikat benar-benar membikin juara Formula Satu Lewis Hamilton...
Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Demonstran di AS Langgar Aturan Jam Malam

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:25 WIB
Pada hari kedelapan berlangsungnya aksi demonstrasi, kampung halaman Floyd di Houston mengadakan pawai peringatan yang menarik puluhan ribu...
AFP/TED ALJIBE

Covid-19 Filipina Naik Menjadi 19.748 dengan 751 Infeksi Baru

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:10 WIB
Jumlah kasus virus covid-19 di Filipina melonjak menjadi 19.748 setelah Departemen Kesehatan (DOH) melaporkan adanya 751 tambahan infeksi,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya