Selasa 28 April 2020, 19:52 WIB

Pemakaman dengan Protap Penyakit Menular Terus Menurun

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pemakaman dengan Protap Penyakit Menular Terus Menurun

Antara/Muhammad Adimaja
Foto udara pemakaman dengan prosedur penyakit menular di TPU Pondok Ranggon Jakarta

 

JUMLAH pemakaman dengan prosedur tetap (protap) penyakit menular di Jakarta mulai berkurang. Hal ini diungkapkan oleh petugas pemakaman TPU Pondok Ranggon, Jayadi, ke Ketua Pembina PKK Provinsi DKI Jakarta Ferry Farhati yang juga istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui kanal media sosial Instagram

Jayadi yang sudah berprofesi sebagai petugas penggali lubang makam di TPU Pondok Ranggon selama 15 tahun itu mengatakan awal-awal wabah merebak, bisa 30 jenazah dengan protap penyakit menular dimakamkan dalam sehari

"Sebelum ada covid, sehari mungkin hanya menguburkan 12 jenazah. Saat mulai ada covid bisa 29-30 jenazah sehari. Sudah dua minggu ini menurun sekitar 12 sampai 17 jenazah, paling banyak 20 sehari," kata Jayadi.

Jayadi pun mengungkapkan kini di saat pandemi ia harus siap sedia bekerja dengan jam kerja lebih panjang karena banyaknya jenazah yang berdatangan tidak kenal waktu. Sebab, untuk jenazah yang harus diurus dengan protap penyakit menular harus dimakamkan segera.

Baca juga : Anies Ajak Pengusaha Bantu 2.000 RW di Jakarta

"Ya berangkat lebih awal, pulang lebih lambat. Yang jelas jenazah bisa datang kapan saja. Kalau datang sore harus dimakamkan sore itu juga. Kalau datang jam 12 harus dimakamkan jam itu juga," ungkapnya.

Ia mengatakan terkadang ada keluarga yang meminta untuk jenazah diperlakukan seperti umumnya. Namun, Jayadi mengatakan tidak bisa karena harus memproses sesuai dengan dokumen yang diterima dari rumah sakit.

"Ada beberapa yang istilahnya minta pendapat apakah bisa di lokasi yang biasa, dimakamkan secara biasa kalaupun keluarga itu kadang suka bilang ini bukan Covid, ini bukan penyakit menular. Di situ terdata Covid jadi di situ diagnosa penyakit menular. Itulah yang kadang kita berat. Kalau untuk masalah penyakit kan urusan rumah sakit, diagnosa meninggalnya karena apa. Kita kan hanya menerima jenazah," ungkap Jayadi. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Grand Indonesia Buka Lagi 8 Juni, Pengunjung Wajib Masker

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:17 WIB
Grand Indonesia bakal menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat saat mal tersebut buka, Senin (8/6)...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

97% Lebih Laporan Pelanggaran PSBB Ditindak Satpol PP DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:08 WIB
Arifin menyebut laporan dari masyarakat tersebut bermacam-macam yang berkaitan dengan gangguan ketentraman sekitar selama...
MI/RAMDANI

TKD PNS DKI Jakarta Dipangkas 50%

👤Cindy Ang 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 06:16 WIB
Namun, aturan ini dikecualikan untuk mereka yang terlibat langsung dalam penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya