Selasa 28 April 2020, 19:05 WIB

INDEF : Teknis Program Prakerja Harus Diubah Agar Efektif

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
INDEF :  Teknis Program  Prakerja Harus Diubah Agar Efektif

Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Masyarakat mengakses program kartu Prakerja

 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menilai bahwa teknis program dari prakerja diubah dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Program kartu prakerja yang dihujani kritik dinilai tidak membangun keterampilan masyarakat untuk menghadapi dunia kerja. Menurutnya lebih baik program tersebut diberhentikan dulu dan dikaji ulang teknis dan materinya.

"Diberhentikan dulu dan dikaji ulang mengenai teknisnya,  kan efektivitas rendah kalau sekarang," kata Tauhid saat dihubungi, Selasa (28/4).

Untuk kondisi saat ini, menurut Tahid, akan lebih cocok jika pemerintah memberikan insentif kepada pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Ditengah pandemi kok ada pelatihan. Adanya bantuan untuk orang yang terkena PHK itu baru benar, kalau kondisi sudah normal baru bisa mengadakan pelatihan kalau bisa offline," ujarnya.

"Untuk saat ini juga bantuan konsumsi bagi yang terkena PHK lebih efektif karena untuk konsumsi dan bisa menggerakan ekonomi," imbuhnya.

Menurutnya, banyak peserta yang menganggap hanya sebatas pengetahuan bukan keterampilan apapun. karena menambah keterampilan membutuhkan praktik, alat, media, bimbingan. Sehingga tujuan program prakerja yaitu menciptakan skill akan sia-sia.

"Akan lebih baik ditinjau ulang ditahap kedua ini kalau perlu di ubah jadi jaminan sosial yang terkena PHK," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Komunikasi Project Management Office (PMO) Kartu Prakerja, Panji Winanteya Ruky, mengungkapkan manajemen akan melakukan perbaikan.

"Manajemen Pelaksana baru berumur sebulan. Kami akan terus perbaiki operasi program kedepannya," ujar Panji.

Panji juga mengungkapkan bahwa menerima masukan dari masyarakat terkait program kartu prakerja.

"Masukan dari masyarakat dan pakar kami apresiasi. Kami terbuka untuk diskusi, Kemenko Perekonomian telah menyediakan waktu untuk publik bertanya dan memberikan masukan setiap pekan," pungkasnya. (E-1)

Baca Juga

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Airlangga: Respon Pasar Positif Setelah 9 Sektor Ekonomi Dibuka

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:20 WIB
Respons positif dari pasar terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat dan indeks harga saham gabungan yang naik mendekati...
DOK KEMENTAN

New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:07 WIB
Bagi rumah tangga produsen atau petani, kebijakan ini tentu disambut gempita lantaran ada asa baru produk-produk pertanian mereka bisa...
Istimewa

IPB Ingatkan Stok Pangan Nasional Mulai Menipis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:36 WIB
Ketersediaan pangan khususnya beras nasional pada  Juni 2020 mulai menipis, yakni hanya 1,5 juta ton. Dan titik kritis terjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya