Selasa 28 April 2020, 17:24 WIB

Merasa Diretas, Aktivis Ravio Patra Lapor ke Polisi

Tri Subarkah | Megapolitan
Merasa Diretas, Aktivis Ravio Patra Lapor ke Polisi

Dok. Handout facebok Ravio Patra
Peneliti kebijakan publik Ravio Patra

 

AKTIVIS sekaligus peneliti kebijakan publik Ravio Patra Asri melaporkan peretasan akun WhatsApp-nya ke Polda Metro Jaya pada Senin (27/4) kemarin. Hal tersebut merupakan buntut dari penangkapan dirinya yang dituding telah menyebarkan ajakan penjarahan pada Jumat (30/4) mendatang.

Pelaporan tersebut diterima Polda Metro Jaya dan tertuang dalam Tanda Bukti Lapor bernomor TBL/2528/IV/YAN 2.5/2020 SPKT PMJ tanggal 27 April 2020.

Baca juga: Pemkot Jakpus Siapkan Fasilitas Ini Untuk Tampung Tunawisma

"Ravio melaporkan dugaan tindak pidana peretasan atau menerobos sistem elektronik sebagaimana pasal 30 ayat (3) jo 46 ayat (3) UU 19 tahun 2016 tentang ITE," kata Ade Wahyudin, perwakilan tim kuasa hukum Ravio, Selasa (28/4).

Selain itu, Ravio juga berniat akan membuat laporan resmi kepada provider selularnya. Ade berharap pihak kepolisian segera memproses kasus tersebut.

"Sehingga terungkap siapa peretas dan apa maksud tujuannya," tandas Ade.

Sebelumnya diberitakan polisi menangkap Ravio pada Rabu (22/4) malam di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Saat itu, ia ditemani oleh diplomat Kerajaan Belanda bernama Roy Spijkerboer. Setelah 33 jam diperiksa, Ravio baru dibebaskan dengan status sebagai saksi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya saat ini sedang mendalami kasus Ravio. Kasus Ravio, sambungnya, didasarakan pada Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 huruf A Ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 sesuai perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 14 Ayat (1) atau Ayat (2) Atau Pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 160 KUHP.

Ravio ditangkap atas laporan nomor LP/473/IV/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tentang adanya ajakan untuk melakukan penjarahan nasional. Direktur Eksekutif Safenet Damar Juniarto mengatakan, sebelum ditangkap Ravio mengaku akun WA miliknya diretas. 

“Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke Whatsapp, dan akhirnya oleh Head of Security WhatsApp dikatakan memang terbukti ada pembobolan,” ujar Damar. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Permohonan SIKM Naik 17 Ribu, DKI: Banyak Warga Salah Paham

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:29 WIB
Benni menuturkan pihaknya masih menemukan banyak permohonan SIKM yang diajukan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan yang...
ANTARA/Wahyu Putro A

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa di Jakart

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:55 WIB
Daerah yang patut diwaspadai terjadi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang itu yakni Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan...
MI/Vicky Gustiawan

Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 Orang per Hari Saat Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:10 WIB
Mekanisme untuk mengatur batasan jumlah pengunjung ke Ragunan dilakukan dengan mewajibkan pengunjung mendaftar secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya