Selasa 28 April 2020, 17:15 WIB

Jepang Akan Setujui Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Nur Aivanni | Internasional
Jepang Akan Setujui Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19

AFP/Philip Fong
Petugas medis sedang mendemonstrasikan PCR tes secara drive-through di Fujisawa prefektur Kanagawa (27/4)

 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan Jepang akan segera menyetujui obat antivirus remdesivir untuk pengobatan pasien virus covid-19.

Menurut Kyodo News, seorang pejabat pemerintah juga mengatakan bahwa obat itu akan disetujui pada awal bulan depan untuk mengobati pasien covid-19.

"Persetujuan farmasi (dari remdesivir) akan segera mungkin," kata Abe pada sidang parlemen pada Senin (27/4), seperti dikutip dari Bernama, Selasa (28/4).

Baca juga: Akibat Pandemi, Ada Bioskop 'Drive-in' di Florida

Remdesivir telah dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi AS Gilead Sciences Inc. Obat ini dikembangkan untuk melawan ebola.

Di Jepang, obat antiinfluenza Avigan juga akan diuji klinis pada pasien covid-19. Pengujian ini akan berlangsung hingga Juni. Sebuah penelitian ilmiah di Tiongkok telah menunjukkan kemanjuran Avigan dalam mengobati penyakit tersebut.

Pemerintah Jepang telah meminta Fujifilm Toyama Chemical Co., sebuah perusahaan grup dari Fujifilm Holdings Corp, untuk meningkatkan produksi Avigan. Namun, Avigan tidak bisa diberikan kepada ibu hamil atau mereka yang mungkin hamil sebab dikhawatirkan dapat menyebabkan bayi cacat. (Bernama/OL-14)

 

Baca Juga

AFP

Imbas Pandemi Disney PHK 32.000 Pekerja Awal 2021

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 26 November 2020, 17:20 WIB
WALT Disney akan memberhentikan 32 ribu pekerja, terutama di taman hiburannya, karena perusahaan sedang berjuang dengan terbatasnya...
AFP/Yasuyoshi Chiba

Mantan PM Sudan Meninggal Akibat Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 26 November 2020, 15:46 WIB
Setelah dinyatakan positif covid-19, Sadiq al-Mahdi menjalani perawatan intensif selama tiga minggu di rumah sakit Uni Emirat...
AFP/Said Khatib

Blokade Israel Rugikan Gaza hingga Rp236 Triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 15:28 WIB
Dalam laporannya kepada Sidang Umum PBB, UNCTAD menemukan bahwa ekonomi Gaza tumbuh kurang dari 5% antara 2007 dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya