Selasa 28 April 2020, 17:04 WIB

Harga Minyak Anjlok, Penerimaan Negara Berpotensi Turun 40%

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
Harga Minyak Anjlok, Penerimaan Negara Berpotensi Turun 40%

AFP/Loren Elliot
Kegiatan produksi kilang pengolahan Corpus Christi di Texas, AS.

 

PANDEMI covid-19 menyebabkan anjloknya harga minyak dunia. Pada 21 April, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) bahkan sempat minus US$ 14,08 per barel.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengatakan pelemahan harga minyak dunia berdampak pada penerimaan negara, terutama dari sektor migas.

Baca juga: Eks Kepala SKK Migas: Harga Minyak Berpotensi Turun Lagi

“Untuk penerimaan negara, kami proyeksikan gross revenue hulu migas dari US$ 32 miliar turun menjadi US$ 19 miliar,” papar Dwi dalam rapat virtual dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (28/4).

Lebih lanjut, dia menekankan penerimaan negara berpotensi turun 40% dari target APBN 2020. Selain anjloknya harga minyak dunia, hal ini juga dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah di tengah pandemi covid-19. Seperti diketahui, rupiah sempat melemah bahkan pada level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menyoroti target lifting minyak, Dwi mengatakan pada kuartal I 2020 baru mencapai rata-rata 701,6 ribu barel per hari (bph) atau sekitar 92,9%. Angka ini turun dari target APBN 2020, yakni 755 ribu bph dan 99,6% dari work program and budget (WP&B).

Baca juga: Harga Minyak Brent Kembali Anjlok, Surplus Pasokan Picu Kepanikan

"Sampai triwulan I 2020, realisasi 701 ribu bph dan itu 99,6% untuk WP&B dan 92,9% terhadap APBN," terang mantan Direktur Utama Pertamina.

Terkait lifting gas, realisasi kuartal I 2020 tercatat 5.866 MMSCFD. Capaian ini sekitar 87,9% dari target APBN 2020 dan 102,3% dari WP&B. Sehingga, realisasi lifting migas pada kuartal 1 2020 tercatat 1,749 juta barel setara minyak per hari atau sekitar 90,4% dari target APBN 2020.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara/Agung Rajasa

Punya Kontribusi Besar, Kinerja Sektor Manufaktur Perlu Digenjot

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:16 WIB
Tahun lalu, kontribusi sektor industri terhadap PDB mencapai 17,58%. Angka itu menunjukkan sektor industri masih memberikan kontribusi...
MI/SUSANTO

DPD HIPPI DKI Jakarta Apresiasi Langkah Menteri BUMN Bantu UMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:30 WIB
UMKM yang bergerak disektor kontruksi dan konsultan tahun ini diperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat...
Antara/Wahdi Septiawan

Neraca Perdagangan Produk Pertanian Masih Positif

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 25 Mei 2020, 13:54 WIB
Ini merupakan dampak dari penguatan produksi dalam negeri dan upaya pemerintah membuka akses pasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya