Selasa 28 April 2020, 15:40 WIB

Ledakan Penduduk Ancam Cianjur

Benny Bastiandy | Humaniora
Ledakan Penduduk Ancam Cianjur

Antara
Ilustrasi penambahan jumlah penduduk selama pandemi korona (covid-19)

 

PANDEMI covid-19 berpotensi terjadinya ledakan jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya, berbagai layanan program keluarga berencana (KB) bagi pasangan usia subur terganggu selama wabah ini.

Kepala Bidang Pembangunan Ketahanan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Cianjur, Bubung Burhanudin, mengaku terus berupaya agar program pelayanan yang selama ini jadi andalan, yakni Pembangunan Keluarga,
Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), bisa tetap berjalan di tengah pandemi covid-19. Sebab, jika program terganggu maka akan  berdampak terhadap risiko ledakan penduduk.

"Pandemi virus korona atau covid-19 yang terjadi saat ini melumpuhkan aktivitas masyarakat. Terutama berdampak terhadap ketahanan keluarga. Kami terus berupaya agar program Bangga Kencana harus tetap berjalan. Jika terganggu layanan kontrasepsinya, maka berisiko mendatangkan masalah baru yaitu ledakan penduduk," terang Bubung kepada Media Indonesia, Selasa (28/4).

Karena itu, lanjut Bubung, pengelola program Bangga Kencana harus menjalankan dua peran sekaligus. Pertama menjamin berkesinambungannya program dan di sisi lain turut berperan aktif mencegah atau memutus mata rantai penyebaran virus korona.

"Pandemi covid-19 berpotensi mengganggu stabilitas ketahanan keluarga. Imbasnya pada sektor ekonomi dan juga sosial budaya," jelas Bubung.

Dampak yang dirasakan cukup krusial dirasakan masyarakat dan keluarga, kata Bubung, terjadi pada sektor ekonomi. Mereka tak leluasa beraktivitas usaha karena dilakukannya pembatasan sosial.

"Mungkin saja beberapa sumber usaha mereka juga banyak yang berhenti sementara. Salah satu solusinya yaitu dengan penyaluran bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah kepada warga terdampak. Ini akan cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," jelas Bubun.

Dampak lain yang dirasakan masyarakat atau keluarga saat ini yakni pada sektor sosial-budaya. Interaksi sosial dengan masyarakat atau keluarga dan tetangga cukup terganggu.

"Karena itu, program Bangga Kencana ini harus bisa lebih maksimal saat terjadi pandemi virus korona. Ada 8 fungsi keluarga yang mesti dioptimalkan dalam program Bangga Kencana yaitu agama, cinta kasih, perlindungan,
ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial-budaya, dan lingkungan," imbuhnya.

Bubung meyakini berjalan maksimalnya 8 fungsi keluarga akan membuat setiap keluarga di Kabupaten Cianjur lebih tangguh. Utamanya menghadapi potensi-potensi yang bisa mengganggu kemapanan keluarga.

Kepala Seksi Bina Keluarga DP2KBP3A Kabupaten Cianjur, Jajang Sutisna, menambahkan membangun ketahanan keluarga butuh kerja sama dan koordinasi dari semua elemen. Karena itu, DP2KBP3A juga membina para kader yang ada di semua wilayah.

"Misalnya kader Posyandu, kader tenaga penggerak desa, kader penyuluh keluarga berencana), dan kader petugas lapangan keluarga berencana. Mereka merupakan petugas BKKBN yang berkedudukan di tingkat lini lapangan. Mereka menjadi andalan terdepan dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan keluarga," kata Jajang.

Dengan solidnya berbagai bentuk program pelayanan maupun pembinaan terhadap para kader, kata Jajang, secara tidak langsung bersentuhan dengan keluarga sebagai sasaran akhir.

"Implementasi di lapangan yang telah kami lakukan dengan menggulirkan berbagai program. Ada yang sifatnya tentatif, ada juga yang rutin. Saat ini di Kabupaten Cianjur sudah ada UPTD di 11 wilayah," pungkas Jajang. (OL-13)

Baca Juga: Hampir 5 Ribu Kendaraan Pemudik Disuruh Putar Balik

Baca Juga: Dua PDP Covid-19 Klaster Gowa di Kota Jambi Sembuh

Baca Juga

ANTARA/FAKHRI HERMANSYAH

​​​​​​​Warga yang Belum Pernah Menerima Bantuan Jadi Prioritas

👤Gana Buana 🕔Senin 01 Juni 2020, 10:27 WIB
Warga yang belum pernah bantuan dari manapun diprioritaskan. Mekanisme tersebut ditempuh melalui musyawarah...
Medcom.id

Pemerintah Terus Berupaya Capai 10 Ribu Tes Spesimen per Hari

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 01 Juni 2020, 09:19 WIB
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, pada Minggu (31/5), jumlah spesimen yang diperiksa...
MI/BARRY FATHAHILLAH

Kemenkes Sebut Kasus DBD Melandai

👤Atalya Puspa 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:57 WIB
Meskipun kini kasus DBD terkendali, Kemenkes tetap mendorong masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya