Selasa 28 April 2020, 14:21 WIB

Banyak Desa di Denpasar Terapkan Desa Zona Masker

Arnoldus Dhae | Nusantara
Banyak Desa di Denpasar Terapkan Desa Zona Masker

MI/Arnoldus Dhae
Banyak desa di Kota Denpasar menerapkan zona wajib masker. Petugas tilang warga yang tidak menggunakan masker, Selasa (28/04).

 

Banyak desa dan kelurahan di Kota Denpasar telah menetapkan wilayah desa dan kelurahan mereka sebagai wilayah zona masker atau kawasan
tertib masker. Bukan hanya slogan di atas kertas. Penerapan desa sebagai zona masker ditindaklanjuti dengan adanya upaya sosialisasi, edukasi dan akan diakhiri dengan penertiban, penindakan dan sanksi.

Beberapa desa yang terpantau oleh media ini adalah Desa Adat Renon, Tanjung Bungkak, Padangsambian Kelod, Tinja, Panjer, Sesetan, Intaran Sanur, dan beberapa desa lainnya. Aparat desa langsung beraksi seperti mengelilingi desa dengan pengeras suara untuk menyampaikan jika wilayahnya adalah wilayah masker atau zona masker. Sementara aparat lainnya berjaga di seluruh titik pintu keluar masuk wilayahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi Selasa (28/4) membenarkan jika seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar telah menetapkan zona wajib masker. "Ya benar. Saat ini sudah seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar telah menetapkan zona wajib masker. Ini inisiatif desa. Mereka ingin memproteksi wilayahnya sebagai desa yang tidak tertular dari Covid-19. Kami mengapresiasi hal tersebut," ujarnya.

Dari pantauannya timnya di lapangan, desa dan kelurahan di Kota Denpasar sangat gencar sosialisasikan penggunaan masker yang diyakini bisa melindungi diri dan sesama dari penularan Covid-19.

Baca Juga: Tak Pakai Masker Dominasi Pelanggaran PSBB

Soal implementasi di lapangan sangat bervariasi. Tergantung dari kebijakan desa dan kelurahan masing-masing. Selain desa dinas, desa adat juga memiliki peran yang sangat besar. Satgas Gotong Royong yang dibentuk di tingkat desa sangat berperan aktif. Mereka bahu membahu melindungi masyarakat secara keseluruhan di desa dan kelurahan mereka masing-masing.

"Kita yakin jika seluruh desa di Bali menerapkan hal yang sama maka penularan Covid-19 di Bali akan semakin dipersempit dan akan cepat berlalu. Sebab, kesadaran warga semakin tinggi, baik itu dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan setiap saat, menerapkan pola hidup bersih dan sehat terus meningkat," ujarnya.

Di Desa Adat Intaran Sanur misalnya, sosialisasi masker hanya sampai akhir April. Setelah Mei hingga Covid-19 selesai adalah saatnya penindakan.

Di masa sosialisasi, yang kedapatan tidak menggunakan masker akan diberi masker disertai sosialisasi. Namun pada awal Mei nanti tidak ada lagi sosialisasi. Yang ada adalah tindakan.

Kedapatan tidak menggunakan masker maka akan diambil sanksi. Bagi warga luar desa akan didenda beras berkualitas kelas 1 sebanyak 5 kilogram. Beras akan dikumpulkan lalu disumbangkan kepada warga berdampak Covid-19. Bagi warga desa akan dikenai sanksi membersihkan lingkungan. Bagi unit usaha seperti toko, kios, warung, konter, maka akan diberikan sanksi membersihkan lingkungan. Bila tidak maka izin usahanya akan dicabut. (OL/OL-10)

Baca Juga

MI/Hijrah Ibrahim

Warga Malut Keluar Kota Wajib Rapid Test dan Bawa Surat Sehat

👤Hijrah Ibrahim 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:42 WIB
Warga Maluku Utara wajib melaksanakan rapid test dan membawa surat bukti sehat apabila akan keluar...
ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Pemkot Jayapura Sambut Baik Kebijakan New Normal

👤Marcel Kelen 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:31 WIB
Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano menyebut, kebijakan New Normal sangat  akomodatif, aspiratif dan serta adaptif serta equal...
MI/RAMDANI

H+4 Lebaran, Penumpang di Bandara Kualanamu Mulai Ramai

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:19 WIB
Penumpang usai Lebaran tersebut, ada yang hendak kembali ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya