Selasa 28 April 2020, 13:33 WIB

​​​​​​​Studi: Covid-19 Bertahan Berjam-jam di Udara Ruang Ramai

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
​​​​​​​Studi: Covid-19 Bertahan Berjam-jam di Udara Ruang Ramai

AFP/STR
Seorang anak berjalan sambil menggunakan masker di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei Tiongkok, Jumat (24/4).

 

PARA peneliti menemukan virus korona baru (covid-19) tetap hidup dalam waktu lama di udara dalam ruang yang penuh sesak atau ruangan yang kurang ventilasi. 

Artinya, penelitian baru ini mendukung gagasan covid-19 dapat menyebar melalui partikel-partikel udara kecil yang dikenal sebagai aerosol.

Di dua rumah sakit di Wuhan, Tiongkok, para peneliti menemukan potongan-potongan materi genetik virus mengambang di udara toilet rumah sakit, ruang dalam ruangan yang menampung kerumunan besar, dan kamar-kamar tempat staf medis melepas alat pelindung.

Studi yang dipublikasikan, Senin (27/4), di jurnal Nature Research, tidak bertujuan untuk menentukan apakah partikel-partikel udara dapat menyebabkan infeksi.

Pertanyaan tentang seberapa mudah virus baru dapat menyebar di udara telah menjadi bahan perdebatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko itu terbatas pada keadaan tertentu, merujuk pada analisis lebih dari 75.000 kasus di Tiongkok di mana tidak ada penularan melalui udara yang dilaporkan.

Tetapi ketika virus menyebar di seluruh dunia dan infeksi melebihi 3 juta, para ilmuwan berusaha memahami dengan tepat bagaimana kontaminasi terjadi.

Orang menghasilkan dua jenis droplet ketika mereka bernapas, batuk atau berbicara. Yang lebih besar jatuh ke tanah sebelum menguap, menyebabkan kontaminasi sebagian besar melalui benda-benda tempat virus menetap. Sementara droplet lebih kecil--aerosol--bisa bertahan di udara selama berjam-jam.

Baca juga: Jerman Wajibkan Penggunaan Masker di Ruang Publik

Para peneliti, yang dipimpin oleh Ke Lan dari Universitas Wuhan, mendirikan apa yang disebut perangkap aerosol di dan sekitar dua rumah sakit di kota itu yang merupakan rumah bagi langkah pertama pandemi.

Mereka menemukan beberapa aerosol di ruang perawatan, supermarket, dan bangunan tempat tinggal. Banyak lagi yang terdeteksi di toilet dan dua daerah yang banyak orang lewati, termasuk ruang tertutup di dekat salah satu rumah sakit.

Terutama konsentrasi tinggi muncul di ruangan tempat staf medis melepas peralatan pelindung, yang mungkin menunjukkan partikel yang mencemari peralatan mereka menjadi mengudara lagi ketika masker, sarung tangan, dan jubah dilepas.

“Temuan ini menyoroti pentingnya ventilasi, membatasi keramaian, dan upaya sanitasi yang cermat,” kata para peneliti. (NST/A-2)

 

 

Baca Juga

AFP/GEORGE FREY

Ilmuan: Hydroxychloroquine tidak Menyembuhkan Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 12:15 WIB
"Jika Anda dirawat di rumah sakit, jangan minum hydroxychloroquine," kata Martin Landray, wakil kepala peneliti dan profesor...
AFP/MAURO PIMENTEL

​​​​​​​Setiap Menit Satu Warga Brasil Meninggal karena Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:30 WIB
Rekor baru Brasil dalam hal fatalitas harian covid-19 mendorong angka kematian Brasil melewati Italia pada Kamis...
AFP/	OLI SCARFF

Korban Kematian Covid-19 Inggris Melampaui 40.000

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:00 WIB
“Pada jam 17.00 pada 4 Juni, dari mereka yang dinyatakan positif virus korona, di semua letak, sebanyak 40.261 telah meninggal dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya