Selasa 28 April 2020, 10:51 WIB

Wapres: Mudik Dapat Menambah Kasus Covid-19

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Wapres: Mudik Dapat Menambah Kasus Covid-19

ANTARA/SAPTONO
Petugas gabungan mengarahkan kendaraan untuk keluar Tol Cikarang Barat, di ruas Tol Cikampek, Jabar, Minggu (26/4).

 

MENJELANG hari raya Idulfitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi pulang ke kampung halaman yang dikenal sebagai mudik. 

Dalam masa pandemi Novel Coronavirus Disease-2019 (covid-19), mudik berpotensi memperluas penyebaran virus tersebut. 

Untuk itu demi menjaga kemaslahatan bersama, pemerintah meminta masyarakat untuk tidak mudik.

"Oleh karena itu suatu perbuatan (tradisi mudik) walaupun itu baik, maslahat, tetapi kalau menimbulkan bahaya itu harus dihindari, wajib menghindari, apalagi karena sekarang ini [masa pandemi Covid-19]. Karena Pemerintah melarang orang mudik, jadi wajibnya menjadi bertambah, wajib karena kita menghindari bahaya berdasarkan keyakinan dan wajib mentaati pemerintah," tegas Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin ketika menyampaikan tausiah Ramadan melalui video conference di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro No.2, Jakarta Pusat, Senin (27/04) malam.

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan bahwa larangan mudik saat ini sebagai upaya  menjaga kemaslahatan untuk diri, keluarga dan semua orang, sehingga wajib untuk tidak mudik pada masa pandemi ini.

"Tidak mudik  demi untuk kemaslahatan kita dan kemaslahatan semua, maka juga kemaslahatan keluarga kita yang ada di kampung, semuanya itu supaya terjaga semua," ujarnya.

Baca juga: Hasil Rapid Test Pemudik di Blora Reaktif Covid-19

Wapres menjelaskan bahwa tradisi mudik sebagai amal yang baik, namun akan sangat berbahaya jika dilakukan pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi.

Wapres pun mengingatkan bahwa mudik berbahaya sebab orang yang pulang kampung dapat membawa virus Korona ke kampungnya dan menyebarkan virus itu kepada keluarga dan orang di sekitarnya. 

Apalagi orang yang mudik dari pusat kota seperti Jakarta dan sekitarnya, yang merupakan episentrum kasus Korona. Walaupun tidak menutup kemungkinan orang yang mudik itu tertular dari keluarga atau orang di kampung halamannya.

"Sangat diyakini akan mengakibatkan terjadinya bahaya, bahaya dari kita yang membahayakan orang lain atau orang lain yang membahayakan diri kita," imbuh Wapres.

Oleh karena itu, Wapres meyakini bahwa mudik dapat meningkatkan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, karena meningkatnya penyebaran virus melalui pergerakan orang.

"Buktinya di beberapa daerah yang tidak ada korona sekarang terjadi penyebaran karena adanya pergerakan (orang) dari pusat-pusat penyebaran korona, Jakarta dan sekitarnya ke kampung-kampung melalui orang-orang yang mudik ke kampungnya masing masing," papar Wapres.

Di akhir tausiahnya Wapres  mengajak masyarakat untuk bersilaturahmi melalui media secara daring (online). Kemudian setelah masa pandemi Covid-19 berlalu silaturahmi dapat di lakukan dengan bertemu fisik kembali.

"Kita lakukan (silaturahmi)  melalui media daring, melalui telefon genggam,  bahkan juga secara fisik, jika Allah menghilangkan musibah  Korona ini," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

DOK DPR RI

Kemitraan UMKM Harus Membutuhkan, Memperkuat dan Menguntungkan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:25 WIB
Ketua Baleg Supratman Andi Agtas menanggapi bahwa kemitraan dalam UMKM hendaknya bisa menimbulkan hasil yang...
DOK DPR RI

Protokol New Normal Harus Tersinergi Antara Kesehatan dan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:17 WIB
Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga meminta Pemerintah agar terus membuka ruang diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat dalam...
ANTARA

​​​​​​​KPK Sambut Era Kenormalan Baru

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:16 WIB
Dalam penerapan bekerja pada masa kenormalan baru, seluruh karyawan akan bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya