Selasa 28 April 2020, 09:33 WIB

Lalu Lintas Tol di Jakarta, Jabar, dan Banten turun 42-60%

Antara | Ekonomi
Lalu Lintas Tol di Jakarta, Jabar, dan Banten turun 42-60%

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Kendaraan melintasi ruas Jalan Tol Jagorawi di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut terjadi penurunan arus lalu lintas atau trafik di tiga wilayah jalan tol yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten berkisar 42% sampai dengan 60% sebagai dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Penurunan trafik jalan tol selama PSBB berkisar 42% hingga 60%. Angka trafik masih didominasi pergerakan lokal pada kawasan megapolitan  Jabodetabek dan pergerakan logistik (angkutan barang)," sebut Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).

Menurut Kementerian PUPR, untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta terdapat tujuh ruas tol yang berada dalam wilayah PSBB yakni Ruas Tol Cawang-
Tomang-Pluit, Tol Cawang-Tanjung Priuk-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit, Tol JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, dan Tol Prof Dr Ir Soedijatmo.

Baca juga: Jangan Resah, Pemerintah Jamin Distribusi Logistik Lancar

Rata-rata penurunan lalu lintas ruas tol di wilayah DKI Jakarta sebesar 42% dengan tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof Sedijatmo (Bandara) sebesar 57%.

Sementara di wilayah Banten terdapat dua ruas tol yang menerapkan PSBB yakni Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Tangerang-Merak dengan rata-rata
penurunan traffic lalu lintas sebesar 37%.

Angka penurunan terbesar berada di ruas Tol Kunciran-Serpong sebesar 60%. Titik check point tersebar di Gerbang Tol atau Serang Barat, GT Serang Timur, GT Cilegon Timur, GT Cilegon Barat, dan GT Merak.

Di wilayah Jawa Barat, terdapat lima ruas tol menerapkan PSBB yakni ruas Tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Tol Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Tol Cikampek-Padalarang, dan Tol Padalarang-Cileunyi.

Di wilayah Jawa Barat, tingkat penurunan terbesar berada di ruas Tol Jakarta-Cikampek sebesar 60%.

Untuk ruas-ruas tol antarwilayah, penurunan angka traffic lebih tinggi karena pembatasan pergerakan terutama Mudik Lebaran. Sebagai ilustrasi untuk ruas Cikarang Utama ke Kalikangkung (Semarang) penurunan berkisar 60% hingga 70%, sedangkan pada ruas Bakauheuni-Bandar Lampung penurunan hingga akhir April berkisar antara 70% hingga 80%.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kemungkinan akan meminta relaksasi pembayaran kewajiban Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) kepada bank akibat penurunan drastis lalu lintas di jalan tol karena wabah covid-19.

Menurut dia, sekarang ini berdasarkan data lalu lintas harian rata-rata atau LHR di jalan tol mengalami penurunan sekitar 40% sampai dengan 60% dari LHR pada hari-hari normal.

Dengan demikian hal tersebut tentunya memengaruhi penghasilan BUJT sehingga kemampuan untuk melakukan pembayaran kewajiban kepada pihak bank juga menjadi berkurang. (OL-1)

Baca Juga

Ist/BRI

Strategi BRI Hadapi The New Normal: Transformasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:18 WIB
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. telah menyiapkan strategi untuk beradaptasi menghadapi era the new...
MI/Mohamad Irfan

Dirut BRI : Pandemi Jadi Akselerator Transformasi di BRI

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:06 WIB
Penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp. 930,7 triliun atau tumbuh 10,1% year on year, di mana pertumbuhan ini di atas rata rata industri...
DOK: SINA MAS LAND

Harga Promo Ruko Tahap 2 Pasar Modern Timur BSD

👤RO 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:05 WIB
Salah satu produk teranyar yang dapat menjadi pilihan ialah rumah ruko tahap 2 berlokasi di Pasar Modern Timur BSD...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya