Selasa 28 April 2020, 09:32 WIB

Agar Tak Jenuh, Guru pun Mengajar dengan Kreatif Secara Online

mediaindonesia.com | Humaniora
Agar Tak Jenuh, Guru pun Mengajar dengan Kreatif Secara Online

Istimewa
Para guru terus mengatur berbagai strategi untuk mendorong anak-anak untuk tetap belajar tanpa ada rasa bosan.

 

PANDEMI korona atau wabah Covid-19 yang masih belum menunjukkan tanda-tanda mulai mereda. Dengan merebaknya Covid-19, seluruh aktivitas yang biasa dilakukan pada umumnya hanya dilakukan di rumah melalui sistem jejaring atau online. Sektor pendidikan pun turut terkena imbas Covid-19.

Kendati begitu, pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat belajar-mengajar dibidang pendidikan. Pasalnya, dengan adanya kegiatan belajar mengajar melalui online ini mampu mengasah kemampuan para siswa baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Tak hanya siswa, para guru juga harus belajar lebih kreatif lagi agar siswanya tidak merasa bosan.

Seperti yang dilakukan oleh para guru yang ada di Papua. Nico salah seorang guru di Papua mengaku dengan adanya kegitan belajar mengajar secara online. Hal tersebut telah mendorong para guru di Papua untuk lebih kreatif lagi dalam menjalankan tugasnya.

“Kan pasti bosan itu belajar hanya dikasih tugas aja, jadi kami bikin lebih kreatif misalnya menggunakan video. Contoh dalam mata pelajaran seni budaya, kan ada seni tari, nah nanti anak-anak diminta membuat video saat mereka menari, bisa juga menggunakan pakaian adat yang mereka miliki. Kalau tidak membuat produk-produk daur ulang, atau bikin binatang menggunakan daun pisang. Ini juga bisa meningkatkan kreativitas anak,” ujarnya.

Saat diwawancarai, Nico menjelaskan bahwa hasil tugas-tugas para siswa nantinya akan dikirimkan melalui grup Whatsapp yang telah disediakan. Ia pun mengakui, agak kesulitan dengan menerapkan belajar online karena tidak setiap orang tua memiliki fasilitas pendukung belajar online.

Namun, Nico bersama dengan guru-guru lain tetap berusaha agar kegiatan belajar online ini bisa berjalan bagi semua siswa. “Kan ada yang tidak punya laptop, atau kuota terbatas, atau orang tuanya pagi bekerja, itu tidak apa-apa kami tetap menunggu hasil pembelajaran yang dikirimkan orang tua ke kami. Tapi sejauh ini masih berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan para guru di Yogyakarta. Para guru terus mengatur berbagai strategi untuk mendorong anak-anak untuk tetap belajar tanpa ada rasa bosan. Salah satu guru di SMP Muhammadiyah Bording School Prambanan, Yogyakarta Agus Yulianto mengatakan para guru lebih sering memberikan tugas praktik.

“Misalnya membuat infografis tentang Covid-19 atau membuat barang-barang dari daur ulang. Mengajarkan mereka juga kan untuk memproduksi sesuatu dari bahan-bahan daur ulang. Nanti itu dibikin video juga dan dikirim, kan bikin dia seneng, tidak melulu harus akademik,” ujarnya.

Selain itu, Agus mengaku juga melakukan kegiatan tatap muka dengan para muridnya dengan menggunakan aplikasi zoom.
“Anak-anak pasti juga kangenkan ketemu teman-teman sekelasnya, nah ini kita lakukan sekali-sekali kalau memang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid mengatakan hingga hari ini tercatat sebanyak 97,6% sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh. Sisanya sebanyak 2,4% belum melakukan karena daerahnya tidak terjangkit korona atau tidak memiliki perangkat pendukung.

Dari jumlah 97,6% tersebut, sebanyak 54% sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya, yakni guru dan siswa mengajar dan belajar dari rumah.

"Sejumlah 46% guru lainnya masih mengajar dari sekolah, tapi muridnya di rumah. Karena ada beberapa daerah yang masih mewajibkan guru-guru datang ke sekolah, secara piket bergantian," ucap Hamid.

Begitu juga siswa SMK yang seharusnya sudah menjalani kerja praktik namun tak bisa dilakukan secara langsung maupun via internet.

Jika Program Belajar Dari Rumah (BDR) diperpanjang hingga akhir tahun, maka harus ada penyesuaian kembali berkenaan dengan tahun ajaran baru. Kemendikbud akan membuat penyesuaian agar tiap sekolah dapat menjalankan KBM di masa tahun ajaran baru.

Mengacu pada kalender pendidikan, Tahun Ajaran 2020/2021 mulai pada Juli 2020 sampai Juni 2021 setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) usai dilaksanakan.

Menurut Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020, dinas pendidikan dan sekolah harus menyiapkan PPDB di wilayahnya yang mengikuti protokol kesehatan. Orang tua dan siswa tidak boleh berkumpul secara fisik di sekolah. Dengan kata lain PPDB dianjurkan dilakukan daring. (OL-09)

Baca Juga

Kementerian Agama/Tim Riset MI-NRC

Menag Restui Rumah Ibadah Dibuka Bersyarat

👤Aiw/J-1 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:33 WIB
Fachrul Razi menjelaskan, rumah ibadah yang diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjemaah ialah yang berada di kawasan atau...
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

Kemendikbud masih Menunggu Gugus Tugas

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:25 WIB
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar sekolah tidak dibuka setidaknya sampai Desember...
ANTARA/RENO ESNIR

102 Kabupaten/Kota Masuk Zona Hijau

👤Aiw/Ant/E-3 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:10 WIB
Kegiatan aman covid-19 itu juga diterapkan dengan setiap daerah harus memperhatikan ketentuan tes yang masif, tracing (pelacakan) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya