Selasa 28 April 2020, 09:23 WIB

Pemerintah Siapkan Hujan Buatan untuk Cegah Karhutla

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pemerintah Siapkan Hujan Buatan untuk Cegah Karhutla

Mi/Tri Subarkah
Kru pesawat CN 295 melakukan penyemaian garam di atas langit Selat Sunda, Januari lalu.

 

MENYIKAPI eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Rencana TMC berupa hujan buatan itu akan dilaksanakan pada awal Mei, mempertimbangkan prediksi BMKG bahwa masih tersedia potensi bibit awan dan mendekati Juni curah hujan akan mengalami penurunan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong saat memimpin rapat koordinasi melalui video conference, Senin (27/4), mengungkapkan kondisi di Sumatra yang mengalami peningkatan karhutla harus diantisipasi dengan upaya pencegahan melalui pendekatan dari darat dan udara.

“Pencegahan karhutla melalui udara bisa dilaksanakan dengan TMC untuk membasahi gambut, mengisi embung dan kanal yang sudah dibangun. Sedangkan pencegahan karhutla terus dilakukan melalui patroli terpadu serta memeriksa kondisi sumur bor dan sekat kanal supaya senantiasa berfungsi baik, dan siap digunakan," kata Alue dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (28/4)

Baca juga: KLHK Gelar E-Learning Tingkatkan Kompetensi dan Ekonomi Petani

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono menyebut dalam pengendalian karhutla harus melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah maupun korporasi yang bertanggung jawab pada area konsesi.

“Biaya TMC cukup besar, jadi harus dilakukan pada area prioritas yang terjadi karhutla berulang selama lima tahun terakhir, sehingga lokasi turunnya hujan buatan hasil penyemaian awan bisa secara efektif mencegah karhutla," sebut Bambang.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwi Korita mengungkapkan Indonesia, tahun ini, mengalami El Nino Netral dengan tingkat kekeringan pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan normalnya.

“Awan hujan masih tersedia sekitar April-Mei, sehingga ini adalah waktu yang paling tepat untuk menyelenggarakan TMC pada beberapa provinsi rawan karhutla untuk mengisi embung dan membasahi gambut,” jelas Korita

Sedangkan Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pelaksanaan TMC akan lebih efisien apabila menggunakan pesawat berkapasitas besar milik TNI.

BPPT sudah melaksanakan TMC di Provinsi Riau dengan pelaksanaan sebanyak 27 sorti, menghasilkan hujan hampir setiap hari dengan volume 97,8 juta m3, sehingga titik hotspot di Riau pernah berkurang hingga nihil.

Namun, tantangan karhutla di provinsi itu dinilai masih sangat besar saat nanti datang musim kemarau. Untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla, beberapa langkah prioritas akan dilakukan KLHK.

Di antaranya dengan berkoordinasi kepada Gubernur Provinsi rawan Karhutla sebagai Kepala Satgas Dalkarhutla Provinsi, utamanya dalam hal antisipasi kekeringan pada lahan gambut.

Selain itu mengupayakan TMC untuk pembasahan lahan gambut yang rencananya dilaksanakan mulai awal Mei di lokasi yang teridentifikasi berulangkali terjadi karhutla yaitu Riau (Bengkalis, Pelalawan), Sumatera Selatan (Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir), dan Jambi (Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur).

Selanjutnya berkoordinasi dengan para pihak untuk melaksanakan TMC, mengaktifkan sektor swasta, dan melakukam sosialisasi kepada masyarakat tani hutan untuk upaya pencegahan pembukaan lahan tanpa membakar.

Hal terpenting lainnya, kata dia, adalah memberikan peringatan yang lebih tegas kepada pemegang izin yang lokasinya secara berulang terjadi karhutla. (OL-1)

Baca Juga

MI/Permana

PGRI : Pemerintah Perlu Susun Kurikulum Era Pandemi untuk Sekolah

👤Antara 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 22:35 WIB
Dia menambahkan kurikulum sekarang yang padat konten, sulit mendorong anak untuk belajar secara mandiri di...
Dok. JCUIM

Yayasan Jokowi Center Berdonasi ke Warga Terdampak Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 22:30 WIB
Adapun mekanisme pembagiannya melalui pendataan mandiri yang dibagikan langsung para Relawan Jokowi Center Peduli (JCP) di masing masing...
AFP

Mantan Rektor Yakin Virgin Coconut Oil Bisa Matikan Covid-19

👤Henri Siagian 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:53 WIB
Terkait manfaat VCO, guru besar Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu mengklaim sudah digunakan dalam pengobatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya