Selasa 28 April 2020, 06:04 WIB

Angka Kematian di DKI Bulan Ini Tertinggi dalam 10 Tahun

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Angka Kematian di DKI Bulan Ini Tertinggi dalam 10 Tahun

MI/Heri Susetyo
Ilustrasi--pemakaman menggunakan protap penyakit menular.

 

TINGKAT kematian warga Jakarta pada bulan ini mencapai titik tertinggi dalam waktu 10 tahun terakhir. Selama April, hingga hari ini, jumlah warga yang dimakamkan di Jakarta mencapai 4.414 orang.

Dari pantauan situs Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, jumlah itu melampaui jumlah pemakaman tertinggi sebelumnya yakni pada Maret 2016 sebanyak 3.406 pemakaman.

Sementara dari situs covid-19 DKI Jakarta yang beralamat di corona.jakarta.go.id, grafik pemakaman yang dilakukan dengan prosedur tetap (protap) penyakit menular terus naik sejak Maret.

Baca juga: 900 Perusahaan Masih Diizinkan Beroperasi, PSBB tidak Efektif

Pada 20 Maret, pemakaman yang diproses dengan protap penyakit menular ada enam kematian. Namun, jumlahnya bertambah 21 kematian pada 21 Maret.

Jumlahnya kembali naik 19 kematian pada 22 Maret dan naik 39 kematian pada 23 Maret.

Tingkat kematian tertinggi yang dimakamkan dengan protap penyakit menular terjadi pada 7 April dengan 71 kematian. Setelahnya grafiknya naik turun secara dinamis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebelumnya, pernah mengatakan tingkat pemakaman di Jakarta naik semenjak wabah covid-19.

Selain itu, banyak warga yang terus dimakamkan dalam kondisi tidak diketahui status positif atau negatif covid-19 karena hasil pemeriksaan lab belum keluar hingga warga tersebut meninggal.

Sementara itu, hingga 27 April, ada sebanyak sebanyak 338 orang dinyatakan telah sembuh dari total 3.832 orang kasus positif, dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 375 orang.

“Sebanyak 1.950 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 1.169 orang melakukan selfisolation di rumah. Dan sebanyak 969 orang menunggu hasil laboratorium,” papar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI Ani Ruspitawati, Senin (27/4).

Sedangkan, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 74 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 5.993 orang dengan rincian 5.806 sudah selesai dipantau dan 187 masih dipantau. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5.297 orang dengan rincian 5.401 sudah pulang dari perawatan dan 896 masih dirawat. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan

Soal PSBB, Anies Baswedan: Dua Pekan Sekarang adalah Penentuan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 26 Mei 2020, 11:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan bahwa dua pekan sekarang (18-31 Mei) adalah penentuan untuk melanjutkan diperpanjang...
Dok Agus Suparto/Biro Pers Sekretariat Presiden

Anies Sebut New Normal di DKI Tergantung Kedisiplinan Warga

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 26 Mei 2020, 11:34 WIB
Jika kedisiplinan masyarakat tinggi, ucap Anies, PSBB bisa diakhiri dan kehidupan normal baru...
ANTARA/Nova Wahyudi

Tanpa SIKM, Pendatang di Pulogebang akan Dipulangkan

👤Antara 🕔Selasa 26 Mei 2020, 11:30 WIB
Petugas akan memeriksa penumpang secara ketat di wilayah pos pemeriksaan yang mengarah ke Terminal Pulogebang maupun kawasan lain di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya