Selasa 28 April 2020, 01:45 WIB

Tim Penanganan Covid-19 Ciamis Kewalahan

Kristiadi | Nusantara
Tim Penanganan Covid-19 Ciamis Kewalahan

ANTARA/Adeng Bustomi
Ilustrasi

 

TIM gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kewalahan menghadapi besarnya jumlah pemudik yang datang. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah seperti Bandung Raya dan Jabodetabek dinilai tidak banyak berpengaruh mengurangi jumlah pemudik ke Ciamis.

"Kita akan terus edukasi dan memberikannya motivasi isolasi mandiri agar mereka harus sesuai protokol kesehatan lainnya. Lonjakan pemudik berpotensi meningkatkan kasus jika mereka tidak disiplin melakukan pembatasan fisik, masih berkerumun, tidak menggunakan masker dan mengikuti anjuran pemerintah, termasuk protokol solat berjamaah," kata Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Ciamis, Bayu Yudiawan, Senin (27/4).

Bayu mengatakan PSBB yang dilakukan di daerah lain belum terlalu berdampak besar terhadap Ciamis. Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik tim gugus tugas telah melakukan berbagai upaya terutama menyiapkan layanan terpisah untuk pemudik bersifat penyaringan dan pendataan.

Bayu menambahkan, lonjakan jumlah pemudik disinyalir akan berbanding lurus dengan orang tanpa gejala (OTG). Saat ini tercatat 26.642 orang  pemudik telah selesai menjalani pemantauan dan 7.004 masih dalam pemantauan.

"Untuk jumlah pemudik sekarang ini terbanyak berasal dari wilayah Kecamatan Cipaku 3.241 orang. Sementara, jumlah kasus positif Covid-19 berjumlah empat orang, dua orang telah dinyatakan sembuh dan dua masih menjalani isolasi mandiri," ujarnya. (R-1)

Baca Juga

MI/Depi Gunawan

New Normal: Pariwisata di Jawa Barat Belum Siap Dibuka untuk Umum

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:00 WIB
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat belum membuka operasional tempat wisata, meski ada 15 kabupaten/kota yang bisa menerapkan new...
MI/Hijrah Ibrahim

Mahalnya Biaya Rapid Test Diprotes Sopir Lintas Halmahera

👤Hijrah Ibrahim 🕔Selasa 02 Juni 2020, 17:50 WIB
ASOSIASI Sopir Lintas Halmahera (ASLIH) Maluku Utara, memprotes biaya rapid tes sebesar Rp600 ribu-Rp800 ribu untuk sopir dan kernet....
dok.medcom

KPU Bandung Belum Pastikan Tambahan Biaya Pilkada 2020

👤Tjondro Resmiati 🕔Selasa 02 Juni 2020, 17:15 WIB
PELAKSANAAN pilkada serentak pada 2020 dipastikan menambah anggaran karena menerapkan protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19. Namun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya