Senin 27 April 2020, 18:08 WIB

Revitalisasi Saribu Rumah Gadang Terkendala Covid-19

Antara | Nusantara
Revitalisasi Saribu Rumah Gadang Terkendala Covid-19

Antara
Seorang warga duduk di depan rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang, yang direstorasi di Kawasan Saribu Rumah Gadang Nagari Koto Baru.

 

PEMERINTAH Kabupaten Solok Selatan mendesak pihak rekanan dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Barat untuk mempercepat revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang sebab hingga bulan  April 2020 belum ada satu pun rumah gadang yang selesai diperbaiki.

"Kami bersama Wali Nagari beserta Kerapatan Adat Nagari (KAN) sudah mencoba mendatangi pihak Balai untuk mendesak percepatan pelaksanaan revitalisasi tetapi ditolak dengan alasan Covid-19," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna di Padang Aro, Senin (17/4).

Dirinya bersama wali nagari mendatangi Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar pada 19 Maret 2020 namun ditolak.

Setelah itu, Pemkab Solok Selatan mendesak melalui pesan WhatsApp. Tim pemda juga sudah pernah memantau ke lapangan yang dikomandoi Asisten II. "Kami juga sudah mengirimkan surat ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar untuk percepatan revitalisasi melalui Bagian Administrasi Pembangunan," ujarnya.

Dia menyebutkan untuk revitalisasi rumah gadang saat ini paling tinggi progres pengerjaannya baru 90 persen dan ada yang baru nol persen. Sedangkan untuk kendala di lapangan, katanya tidak ada sama sekali hanya saja pengawasan yang semula dilakukan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar sekarang diserahkan ke Konsultan Manajemen Konstruksi (MK).

Sedangkan pihak balai, katanya hanya menerima satu pihak dari kontraktor yang selalu menjelekkan masyarakat sedangkan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar sendiri jarang turun ke lapangan.

Selain itu, katanya pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar juga tidak pernah menjelaskan fungsi aparatur baik dari pemda,  maupun tokoh masyarakat.

Proses tender revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan dimenangkan oleh PT Wisana Matrakarya dengan harga terkoneksi Rp69,8 miliar pada November 2019.

Yang dianggarkan Kementerian PU memang Rp110 miliar tetapi setelah dilakukan penghitungan kebutuhan didapat hasilnya Rp84,2 miliar dan hasil lelang menjadi Rp69,8 miliar.

Hasil lelang Rp69,8 miliar tersebut, jelasnya diperuntukkan untuk revitalisasi 33 unit rumah gadang ditambah bangunan pendukung lainnya seperti menara pandang, panggung-panggung termasuk jalannya juga dibenahi.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar Syafriyanti Randal mengatakan bukan hanya revitalisasi Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan yang terlambat tetapi hampir semua paket proyek imbas dari Covid-19.

"Karena suasana Covid-19 saat ini ditambah lagi ada longsor beberapa waktu lalu membuat bahan tidak bisa masuk sehingga progresnya lambat tetapi itu terjadi tidak hanya pada revitalisasi rumah gadang," ujarnya.

Sedangkan pekerja, katanya memang dibatasi jumlah kelompoknya dan patuh kepada protokol Covid-19.

Ia menjelaskan akan meninjau ulang proses revitalisasi rumah gadang ini apakah akan diperpanjang masa kerjanya karena imbas Covid-19.  (OL-12)

Baca Juga

MI/Ruta Suryana

Siswa SD hingga SMA di Bali Dapat Bansos Tunai

👤Arnoldus Dhae/Ruta Suryana 🕔Kamis 04 Juni 2020, 16:20 WIB
GUBERNUR Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan sosial tunai kepada siswa SD, SMP hingga SMA/SMK/SLB swasta...
Dok Pribadi

2 Beruang Madu Dievakuasi dari Pekarangan Warga di Dumai

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 04 Juni 2020, 16:01 WIB
Pembiusan pertama berhasil dilakukan terhadap anak beruang yang panik dan sempat sempat menaiki pohon...
MI/Panda Syurkani

Harga Solar Mahal Jokowi Diminta Evaluasi Pejabat Terkait

👤Wibowo Sangkala 🕔Kamis 04 Juni 2020, 15:55 WIB
HARGA minyak dunia yang turun tajam sejak awal tahun ini seharusnya segera direspons oleh pemerintah dengan menurunkan harga BBM, khususnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya