Senin 27 April 2020, 17:38 WIB

Dampak Covid-19, PTS di Jakarta Kesulitan Pembiayaan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Dampak Covid-19, PTS di Jakarta Kesulitan Pembiayaan

Ilustrasi
PTS kesulitan pembiayaan

 

LEMBAGA Layanan Pendidikan Tinggi (LL- Dikti) Wilayah III DKI Jakarta memprediksi jika wabah Covid-19 terus berlangsung hingga tiga bulan ke depan mayoritas Perguruan Tinggi Swasta ( PTS ) alami kesulitan pembiayaan.

"Yang saya katakan terkait dampak covid-19 bahwa 20% PTS tingkat menengah dan besar memberikan bantuan sembako, kuota dan pemotongan SPP 50% kepada mahasiswanya.Namun mayoritas atau 80% PTS kecil sampai detik ini masih bisa bertahan.Seandainya situasi ini berkepanjangan hingga 2-3 bulan kedepan saya tidak bisa memprediksi, " papar Kepala LLDIkti Wilayah III DKI Jakarta, Prof Agus menjawab Media Indonesia, Senin sore ( 27/4).

Agus membantah pemberitaan yang menyebutkan dampak Covid -19 menyebabkan 80 persen PTS kecil kesulitan membayar gaji dosen..

" Jadi yang saya maksud jika dua hingga tiga bulan ke depan wabah covid-19 terus berlangsung justru PTS khawatir para mahasiawa tidak mampu membayar SPP, " tegas Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) ini .

Saat ditanya apa langkah LL Dikti serta PTS mengatasi kondisi ini, Agus mengatakan masih melakukan pembahasan. " Masih dijaring kami terus lakukan rapat daring setiap harinya dengan 20 PTS dari 300 lebih PTS anggota LL Dikti wilayah III, " tukasnya.

Terkait kesulitan mahasiswa PTS, Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua K X DPR mengatakan pada masa darurat saat ini pemerintah harus menyiapkan kebijakan kebijakan diluar dari biasanya. Dikatakan pada rapat Komisi X DPR dengan PTS serta Ditjen Dikti Kemendikbud pihaknya telah memberi saran agar pemerintah dapat memberikan keringanan pajak untuk perguruan tinggi. sehingga, dana yang ada dapat digunakan lebih banyak untuk operasional seperti gaji dosen, biaya operasional yang dihemat akibat pembelajaran daring , juga listrik, air, kebersihan, dapat dialihkan untuk hal itu.

"Kami juga meminta syarat pemberian Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) Kuliah dan beasiswa k dipermudah, karena banyak mahasiswa yang tadinya tidak kesulitan secara ekonomi menjadi kesulitan akibat covid-19, " tegas Hetifah.

Pada bagian lain Rektor Universitas Islam Indonesia ( UAI) Asep Saefuddin mengakui kesulitan membayar gaji dosen itu bisa saja terjadi. Karena umumnya PTS di Indonesia mendapat sumber utama pendapatannya dari mahasiswa. Dikatakan dampak covid19 membuat ekonomi sangat lesu akibat banyak pegawai yang terpaksa di PHK, perdagangan juga merosot berefek pada orang tua mahasiswa atau mahasiswa yang statusnya pegawai.

" Kegiatan pembelajaran yang basisnya digital juga menyedot biaya pulsa cukup besar. Ujungnya, mereka tidak mampu membayar yang berakibat pada pendapatan PTS,"

Dia mengutarakan beberapa PTS termasuk UAI saat ini masih mampu memberikan gaji untuk dosen dan tendik termasuk THR dan subsidi pulsa bagi mahasiswa dalam bentuk pengurangan biaya pendidikan (SKS) sampai sekitar 15%. Namun bagi PTS yang terkena dampak cukup berat, memang sebaiknya pemerintah dapat menanggulangi bisa dalam bentuk hibah atau bantuan biaya pendidikan. Dikatakan PTS ini sudah cukup lama membantu pendidikan bagi warga negara tanpa banyak bantuan dari pemerintah.

" Pada saat krisis akibat covid19 saya kira cukup bijak bila ada uluran tangan pemerintah. Ini sama dengan penyaluran bansos tepat sasaran dengan data terpapar dampak tersedia di kampus. Ini juga bisa masuk ke dalam program jaring pengaman sosial untuk sektor pendidikan, " ujar Asep seraya menambahkan pada saat yang sama pemerintah dapat meminta jaminan PTS agar perkuliahan tetap berjalan lewat daring. Dan mahasiswa diberi kelonggaran pembayaran biaya pendidikan. Intinya, krisis akibat covid19 ini harus ditangani bersama, semua berjibaku saling membantu.

Ketua Umum Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI), Budi Djatmiko saat diminta komentarnya hingga berita ini diturunkan belum merespon.(OL-02)

 

Baca Juga

ANTARA

Polio Bayangi 80 Juta Anak

👤MI 🕔Kamis 04 Juni 2020, 02:30 WIB
SEBANYAK 80 juta bayi berusia di bawah satu tahun di seluruh dunia termasuk Indonesia, dibayangi penyakit menular difteri,...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Orang Tua Tolak Sekolah saat Pandemi

👤Atiqah Ismah Winahyu 🕔Kamis 04 Juni 2020, 02:05 WIB
KEMBALI sekolah di era kenormalan baru ( new normal) bukanlah hal mudah karena mensyaratkan banyak...
Dok. Pribadi

Hadapi Pandemi, Beli dari Petani Lokal

👤MI 🕔Kamis 04 Juni 2020, 00:35 WIB
COVID-19 membuka tabir yang selama ini hanya remang. Isu kedaulatan dan ketahanan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya