Senin 27 April 2020, 18:05 WIB

Pakar: RUU Cipta Kerja Bukan Obat Mujarab, Tapi Dibutuhkan

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Pakar: RUU Cipta Kerja Bukan Obat Mujarab, Tapi Dibutuhkan

Antara/Puspa Perwitasari
Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menyerahkan surat presiden tentang RUU Cipta Kerja kepada pimpinan DPR RI.

 

REKTOR Universitas Prasetya Mulya, Djisman Simanjuntak, berpendapat Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sangat dibutuhkan. Meski bukan solusi tunggal, RUU Cipta Kerja dapat menjadi modal perbaikan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.

"Meskipun bukan obat mujarab, perubahan kebijakan ini sangat dibutuhkan untuk perbaikan kondisi ekonomi Indonesia," ujar Djisman dalam rapat dengan Baleg DPR RI, Senin, (27/4).

Djisman menekankan Indonesia sangat membutuhkan pertumbuhan lapangan kerja yang sangat besar. Khususnya setelah pandemi virus korona (covid-19) berlalu.

Baca juga: Pemerintah Sepakat Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan Ditunda

"Untuk itu akan diperlukan investasi yang sangat besar. Pada waktu yang sama perdagangan internasional kita harus unggul," tukas Djisman.

Lebih lanjut, dia mengatakan tidak mudah untuk mencapai tujuan tersebut. Mengingat, ekonomi global saat ini tengah terguncang akibat pandemi.

"Jadi yang harus dilakukan adalah bagaimana kebijakan ekonomi kita bisa diarahkan sedemikian rupa. Sehingga, tujuan-tujuan tadi bisa dicapai," imbuhnya.

Baca juga: Bahas RUU Cipta Kerja Saat Pandemi, DPR Tuai Kritik

Perbaikan aturan agar tidak tumpang tindih dan menghambat investasi, harus segera dilakukan. Dengan begitu, penciptaan lapangan kerja dapat semakin meningkat.

Anggota Baleg, Taufik Basari, mengatakan DPR memahami RUU Cipta Kerja menuai sorotan tajam dari publik. Banyak yang menilai RUU Cipta Kerja hanya berpihak kepada dunia usaha.

Masukan dari pakar secara terbuka diharapkan membuat publik paham akan pentingnya RUU Cipta Kerja. Baleg juga akan mengkaji argumentasi seluruh narasumber yang terlibat. "Saya melihat ada kebutuhan akan payung hukum untuk kebangkitan ekonomi. Sebelum covid-19 saja kita stagnan, apalagi setelah covid ini berlalu," tutur Taufik.(OL-11)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Satgas Lawan Covid-19 DPR Tinjau Posko Masak Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:55 WIB
Satgas Lawan Covid-19 DPR RI beserta rombongan juga berkesempatan makan siang di Posko Masak, menunya pun sama dengan yang akan...
DOK DPR RI

Meutya: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Tangan Sipil

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 19:25 WIB
Menurut Meutya Hafid, posisi TNI dalam hal penerapan tatanan normal baru hanyalah membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan...
Antara/Fransisco Carrolio Hutama Gani

Istana Tegaskan Terapkan New Normal Secara Hati-Hati

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 17:05 WIB
.Sebelum memasuki kenormalan baru, tahapan transisi dengan pembukaan sebagian aktivitas publik dan ekonomi diterapkan secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya