Senin 27 April 2020, 16:35 WIB

PSBB Depok Dinilai Tak Efektif Tekan Covid-19

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
PSBB Depok Dinilai Tak Efektif Tekan Covid-19

MI/ BARY FATAHILAH
Penerapan PSBB di wilayah Depok

 

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok yang sudah berlangsung dua pekan tak efektif menekan angka kasus positif virus korona atau covid-19.

"PSBB Kota Depok tidak efektif menghentikan penyebaran virus korona atau covid-19 tegas Anggota DPRD Kota Depok Nurhasim, Senin (27/4).

Sejak aturan PSBB itu diterapkan tanggal 15 April 2020, aktivitas masyarakat diluar rumah masih ramai. Setiap pagi orang menumpuk dan mengantre untul masuk KRL.

"Saya melihat PSBB ini tidak ada bedanya dengan sebelum PSBB diberlakukan. PSBB hanya akan efektif jika semua pihak taat untuk menjaga jarak, tidak berada dikerumumnan, tidak pergi kekeramaian," ujar Nurhasim

Tepisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Kota Depok, Komisaris Polisi Sutomo mengatakan pelanggaran PSBB dalam dua pekam sejak 15 April lalu, tetap tinggi. Pelanggaran PSBB didominasi pengendara yang tidak menggunakan masker.

Baca juga: Mulai Pesawat Sampai Bus AKAP Setop Operasi Per 24 April

Sutomo mencatat 4200 pelanggar yang ditemukan di 21 titik pantau. Mayoritas pelanggar yang tidak menggunakan masker. "Semenjak PSBB diberlakuan 15 April hingga 27 April atau sehari menjelang masa berakhirnya PSBB 28 April 2020 di Kota Depok tercatat 4200 kardus," ujarnya

Dari jumlah itu paling banyak pelanggar yang tidak menggunakan masker. Pelanggaran lainnya, membonceng penumpang yang tidak memiliki satu alamat KTP yang sama berjumlah ratusan.

Penindakan bagi para pelanggar, yakni pengisian blanko teguran yang berisi pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. "Pengisian banko teguran dilakukan di 21titik pantau pada perbatasan dan dalam kota untuk menurunkan persebaran virus Covid-19. Namun tetap tidak maksimal," paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data grafis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, 63 kelurahan masuk zona merah. Termerah, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Cinere, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Tugu, Pondok Petir, Kelurahan Tanah Baru, Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Sukatani dan Kelurahan Abadi Jaya. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Indrianto eko Suwarso

Mulai 8 Juni, headway MRT Tiap 5 Menit di Jam Sibuk

👤Putri Anisa Yuliani/Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 23:39 WIB
Sementara itu, mulai 8 Juni mendatang, MRT kembali memperpendek headway. Kereta MRT akan tiba tiap 5 menit di jam sibuk pada hari kerja dan...
MI/Pius Erlangga

Ganjil-Genap Sepeda Motor Saat PSBB Transisi, Warganet Girang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 22:47 WIB
"Pembatasan motor itu perlu, harus didukung. Kualitas bahan bakar buruk, motor penyumbang polusi tertinggi di Jakarta,: kata salah...
Antara/Fauzan

1,6 Juta Orang Keluar Jakarta saat Larangan Mudik Berlaku

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 22:05 WIB
"Total kendaraan yang keluar Jakarta sejak itu ada 465.583 kendaraan dengan total 1,6 juta penumpang," kata Kepala Dinas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya