Senin 27 April 2020, 13:55 WIB

Penyuluh Cilegon Dampingi Petani Tangkal Korona

Wibowo Sangkala | Nusantara
Penyuluh Cilegon Dampingi Petani Tangkal Korona

Istimewa
Penyuluh pertanian di Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten mendampingi petani di tengah pandemi Covid-19.

 

SEJUMLAH penyuluh pertanian di Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten mendampingi petani di tengah pandemi Covid-19 sejak awal April hingga pekan lalu. Guna memastikan pelaksanaan Protokol Kesehatan pada sektor pertanian untuk menangkal virus korona (Covid-19). Sektor pertanian berperan memasok kebutuhan pangan bagi masyarakat setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa ketersediaan pangan sangat menentukan keberhasilan Indonesia menangkal pandemi virus Corona. Pangan adalah kebutuhan pokok manusia setiap hari, juga berperan penting menjaga stabilitas nasional.

"Ketika hampir semua orang dianjurkan diam di rumah maka penyuluh dan petani serta tenaga medis tetap keluar rumah untuk melaksanakan tugas masing-masing. Mereka pejuang kehidupan untuk menyelamatkan negeri ini dari pandemi Covid-19," kata Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi saat tatap muka online (videoconference) dengan petani dan penyuluh,  Senin (27/4).

Penyuluh pusat Kementerian Pertanian RI, Susilo Astuti selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Banten melaporkan kegiatan pendampingan penyuluh. Shofi Nur Prihatin mendampingi kelompok tani (Poktan) Kedaung dan Kosambi panen seluas 25,2 hektar di Kecamatan
Citangkil. Produktifitas 6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar.

Kegiatan panen Poktan Cigiteh seluas 25 hektar di Kelurahan Cigiteh, Kecamatan Jombang hasil rata-rata hampir lima ton GKP per hektar didampingi penyuluh Devi Yuningsih. Sementara penyuluh Dwi Ambar Susanti mendampingi Poktan Suka Makmur di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil panen seluas lima hektar. Produktifitasnya hampir enam ton GKP per hektar.

"Penyebaran virus korona harus diwaspadai, tapi tidak harus membuat panik. Caranya? Hindari kerumunan dan menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter atau social distancing sebagai Protokol Kewaspadaan," kata Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Leli Nuryati. (OL-13)

Baca Juga: Yasonna Digugat Karena Bebaskan Napi, DPR: Wajar, Warga Dirugikan

Baca Juga: Ini Cerita Bayi Prematur Kalahkan Covid-19

Baca Juga

 MI/PIUS ERLANGGA

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

👤 (RO/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah...
anggoro

Ramai-Ramai Menolak Rizieq

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 25 November 2020, 00:55 WIB
RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya