Senin 27 April 2020, 13:36 WIB

Kemenkes: 300 Ribu Anak Belum Dapat Imunisasi Lengkap

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes: 300 Ribu Anak Belum Dapat Imunisasi Lengkap

Antara/Rahmad
Sejumlah siswa di SDN1 Lhokseumawe, Aceh, mendapat suntik imunisasi difteri tetanus dari petugas kesehatan.

 

PEKAN Imunisasi Sedunia jatuh tiap April pada minggu keempat yang diperingati lebih dari 180 negara. Tahun ini, pekan imunisasi berlangsung pada 24-30 April dengan mengangkat tema "Imunisasi Untuk Semua".

Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah tantangan dalam kegiatan imunisasi. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018, sebanyak 20 juta anak di seluruh dunia belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Di Indonesia, sebanyak 6,3% anak Indonesia atau sekitar 300 ribu anak belum mendapatkan imunisasi lengkap berdasarkan data per 2019.

Baca juga: IDAI Ingatkan Imunisasi Anak Tetap Dilakukan Saat Wabah Covid-19

"Ini menjadi tantangan. Tapi kita terus berupaya lakukan tracing dengan lengkap. Kita gencarkan pencatatan data imunuasi agar imunisasi dilaksanakan tepat waktu," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang, dalam diskusi secara daring, Senin (27/4).

Vensya memaparkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pemenuhan imunisasi, yakni ketersediaan vaksin dan manajemen, perlunya peningkatan layanan imunisasi, rumor negatif mengenai vaksin, serta minimnya literasi masyarakat terhadap manfaat vaksin.

"Karena itu kami sangat berharap dukungan semua lintas sektor dan masyarakat, bukan sebagai objek tapi juga subjek. Kita semua kerja sama saling mendukung agar imunisasi jadi garda terdepan untuk pencegahan penyakit," jelas Vensya.

Baca juga: KPPA Harus Deteksi Anak Terpapar Covid-19 di Indonesia

Di tengah pandemi covid-19, pihaknya memastikan sejumlah daerah tetap menjalankan program imunisasi. Protokol pelaksanaannya sudah diatur dalam Surat Menteri Kesehatan Nomor SR.02.01/Menkes/213/2020 tanggal 26 Maret 2020.

"Pemerintah mengeluarkan arahan agar semua sarana layanan imuniasi tetap berjalan. Berdasarkan survei sederhana yang kami lakukan, 92% masih bersedia menyediakan layanan imunisasi di daerah. Ini sangat meyakinkan untuk bahwa pelayanan imunisasi berjalan pada pandemi covid-19," tuturnya.

Jika sulit dilakukan, imunisasi bisa ditunda dalam waktu dua minggu. Dalam hal ini, petugas imunisasi harus mendata dan memastikan anak yang terlambat, harus menerima imunisasi pada pelayanan berikutnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

ANTARA/FAKHRI HERMANSYAH

​​​​​​​Warga yang Belum Pernah Menerima Bantuan Jadi Prioritas

👤Gana Buana 🕔Senin 01 Juni 2020, 10:27 WIB
Warga yang belum pernah bantuan dari manapun diprioritaskan. Mekanisme tersebut ditempuh melalui musyawarah...
Medcom.id

Pemerintah Terus Berupaya Capai 10 Ribu Tes Spesimen per Hari

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 01 Juni 2020, 09:19 WIB
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, pada Minggu (31/5), jumlah spesimen yang diperiksa...
MI/BARRY FATHAHILLAH

Kemenkes Sebut Kasus DBD Melandai

👤Atalya Puspa 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:57 WIB
Meskipun kini kasus DBD terkendali, Kemenkes tetap mendorong masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya