Senin 27 April 2020, 08:05 WIB

Emiten BUMN Perlu Pulihkan Persepsi

RAJA SUHUD | Ekonomi
Emiten BUMN Perlu Pulihkan Persepsi

Antara
ilustrasi PEMERINTAH BUYBACK SAHAM BUMN: Foto double exposure pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

 

EMITEN badan usaha milik negara (BUMN) memiliki tantangan yang cukup beratguna memulihkan harga saham mereka ke level sebelum covid-19 melanda. Sentimen negatif terhadap kondisi BUMN dalam lima tahun terakhir menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan guna mempercepat pulihnya harga saham BUMN.

Dalam webinar bertajuk Mendulang Profi t dari Saham-Saham BUMN Pascacovid-19 di Jakarta, kemarin, Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan Alfred menjelaskan saat krisis 2007-2008, saham BUMN bisa pulih lebih cepat daripada pasar. Bila pasar butuh waktu 16 bulan untuk kembali ke posisi sebelum krisis, saham-saham BUMN hanya butuh waktu 10 bulan.

"Pada 2020 mungkin agak sulit untuk mengulang. Saya melihat sentimen kepada BUMN, khususnya sentimen negatif dari sisi persepsi, masih cukup kuat," katanya. Saat ini 20 saham BUMN di bursa ter koreksi lebih dalam sehingga kapitalisasi emiten BUMN tercatat turun sekitar 37,8%, sementara emiten non-BUMN hanya turun sekitar 25,4%. Dalam lima tahun terakhir, lanjut dia, saham BUMN dinilai punya kinerja yang lebih buruk daripada emiten non-BUMN.

"Maka, dari sisi persepsi, tekanan terhadap saham-saham BUMN cukup besar. Kondisi ini yang membuat BUMN cukup sulit mengulang proses pemulihan. Tantangannya cukup besar," tandasnya.

Namun, di sisi lain, saham-saham BUMN memiliki daya tarik karena prospek usaha mereka yang bagus dan harga yang relatif rendah. Jadi, saham-saham emiten BUMN masih layak untuk dikoleksi. Telah capai dasar Alfred meyakini titik terendah IHSG sekitar 3.900 akibat pandemi sudah terjadi pada minggu keempat Maret 2020.

Namun, itu disertai catat an tidak ada gelombang pandemi covid-19 tahap dua. Bila ekonomi pulih, sektor saham yang akan pulih lebih dulu secara fundamental ialah informasi teknologi (IT) dan telekomunikasi, keuangan, serta konsumsi. Untuk perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memiliki valuasi lebih rendah sekitar 0,5- 0,6 kali daripada bank lainnya yang sudah di atas 1,5 kali. "Artinya BBNI masih murah dan bisa jadi pilihan investor," kata Alfred.

Dalam kesempatan yang sama Chief Economist CIMB Niaga, Adrian Panggabean, menilai perbaikan ekonomi akan terjadi pada tahun depan. Pada tahun ini ekonomi Indonesia akan bertumbuh di level 1,8%. Pertumbuhan ekonomi yang rendah itu membuat harga saham di Bur sa Efek Indonesia (BEI) tidak akan bergerak jauh dari posisi yang ada saat ini. Pemulihan indeks baru akan berjalan tahun depan seiring dengan pe mulihan ekonomi.

Senada dengan Adrian, Alfred berpendapat bahwa indeks saham baru akan kembali ke level 6.000 pada paruh pertama tahun depan. Langkah sejumlah emiten di BEI yang mengalokasikan dana untuk melakukan buyback bertujuan menjaga harga saham mereka agar tidak jatuh terlalu dalam.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir para emiten telah melakukan rapat umum pemegang saham tahunan. Beberapa dari mereka telah memutuskan untuk membagikan dividen. Di antara mereka ialah Indika Energy yang menebar dividen US$30 juta dan Prodia Rp210 miliar. (Ant/E-3)

Baca Juga

Antara

Kemendesa PDTT Terima 500 Aduan Terkait BLT Dana Desa

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:26 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah menerima 500 aduan terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa...
MI/SUSANTO

Terdampak Covid-19, Pendapatan Perusahaan PR Anjlok Hingga 50%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:14 WIB
Wabah covid-19 yang tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir  telah memukul perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi dan...
MI/Heri Susetyo

Perubahan Pelunasan Utang Sukuk Garuda Diumumkan 10 Juni

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:58 WIB
Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Mitra Piranti mengungkapkan bahwa persetujuan perubahan kesepakatan utang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya