Senin 27 April 2020, 07:05 WIB

Kineruku, Serasa Membaca di Rumah Sendiri

(IhfaFirdausya/H-3) | Humaniora
Kineruku, Serasa Membaca di Rumah Sendiri

Kineruku.Com

 

CAHAYA kuning temaram terpancar dari sebuah rumah tua di utara Kota Bandung. Rumah Buku, nama awal rumah tersebut merupakan perpustakaan alternatif bagi mereka yang mencari referensi buku sosial-humaniora.

Didirikan pada 2003, Rumah Buku berganti nama menjadi Kineruku sejak 2012 hingga saat ini lantaran nama Rumah Buku juga dipakai salah satu toko buku besar di Bandung. Nama Kineruku (dari kata kine/sinema dan ruku: singkatan rumah buku) awalnya merupakan divisi fi lm dari Rumah Buku.

Tempat ini tak hanya menyediakan referensi buku, tetapi juga musik dan film. Sesuai tagline-nya: baca, dengar, tonton. Penulis berbincang dengan salah satu pengurus utama Kineruku, Budi Warsito, pada suatu sore, Jumat (17/4), lewat sambungan telepon. Dia bercerita mengapa menurutnya perpustakaan seperti Kineruku diminati khususnya kaum milenial. "Peminat buku sekarang lebih tertarik dengan tempat-tempat buku yang mengerti tentang koleksinya.

Orang kan lebih menyukai hal-hal yang personal, yang tidak terlalu besar, nanya juga lebih gampang," tutur Budi. Kineruku bermodalkan koleksi pribadi sang empunya, salah satunya Ariani Darmawan, sineas yang juga istri Budi Warsito. "Awalnya dulu dari koleksi pribadi para pendiri, 400-an judul buku. Sekarang dalam 17 tahun perjalanan sudah sekitar 4.000 lebih judul buku," Budi bercerita.

"Kami kerja sama dengan penerbit lokal. Sekarang penulis baru Indonesia banyak, jadi kita juga merekomendasikan yang barubaru, seperti Cyntha Hariadi, Yusi Avianto Pareanom, atau puisinya Anya Rompas," sambungnya.

Tidak hanya sebagai ruang untuk membaca, Kineruku juga menjadi wadah untuk berdiskusi. Beberapa diskusi dan peluncuran buku juga acap kali diadakan di tempat ini. Penulis yang sempat meluncurkan dan mendiskusikan bukunya di Kineruku, antara lain Seno Gumira Ajidarma, Yusi Avianto Pareanom, dan Azhari Aiyub. Kenyamanan membaca dengan suasana tempat yang sunyi dan asri oleh hijau pepohonan, ditambah ornamen-ornamen vintage dan benda-benda antik yang memanjakan mata, menjadikan siapa pun yang berkunjung ke Kineruku betah berlama-lama.

Termasuk penulis sendiri yang semasa kuliah sering menghabiskan waktu mengerjakan tugas-tugas dan skripsi di tempat ini. Apalagi, Kineruku juga menyediakan makanan dan minuman dengan menu rumahan yang membuat kita tak risau kelaparan. Di akhir perbincangan, Budi menyampaikan pandangannya soal betapa penting posisi buku dan perpustakaan dalam perjalanan hidup manusia. Dia berharap lebih banyak ruang serupa yang bisa menarik banyak pembaca. (IhfaFirdausya/H-3)

Baca Juga

ANTARA/Luqman H

Soal Normal Baru, Muhammadiyah Minta 5 Hal Ini Dikaji Pemerintah

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:36 WIB
Laporan BNPB menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum dapat diatasi. Tetapi Pemerintah justru mulai mewacanakan 'new...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota 5 Persen untuk Anak Tenaga Medis

👤Astri Novaria 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:58 WIB
SMA favorit di Jakarta Barat tersebut memberikan kuota penerimaan untuk anak-anak tenaga medis yang menangani Covid-19 sebanyak 5% dalam...
Dok. UI

UI dan Adaro Siap Salurkan 100 Unit Ventilator COVENT-20 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:51 WIB
Seratus Ventilator COVENT-20 tersebut akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan sebagai bentuk sumbangsih UI dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya