Minggu 26 April 2020, 11:42 WIB

Di Belgia, Ibu Penderita Covid-19 Lahirkan Bayi Sehat

Antara | Internasional
Di Belgia, Ibu Penderita Covid-19 Lahirkan Bayi Sehat

AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ilustrasi--bayi

 

PEREMPUAN Belgia yang hamil dan didiagnosa dengan virus korona atau covid-19 telah melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat.

Bayi yang diberi nama Mahaut itu lahir pada 23 April di Brussels melalui operasi sesar karena komplikasi awal yang tidak terkait covid-19, namun menyebabkan ibunya, Amandine, harus menjalani tes meskipun dia tidak menunjukkan gejala.

"Mereka mengatakan saya akan dites covid-19 dan saya berpikir hasilnya akan negatif. Keesokan harinya, dokter kandungan menghubungi saya
dan mengatakan kalau hasilnya positif. Saya hampir jatuh dari kursi saya," kata Amandine, yang menolak memberikan nama keluarganya.

Baca juga: Puluhan Demonstran Antilockdown Ditahan di Berlin

Mengenakan masker kesehatan berwarna biru dan terbaring di kasur rumah sakit sambil menggendong bayi di dekat dadanya, Amandine mengungkapkan kesulitannya saat harus melahirkan sendirian.

"Saya sangat khawatir tentangnya. Ini adalah proses kelahiran yang aneh. Saya hanya melihatnya selama dua menit," kata Amandine, yang menjelaskan dirinya kemudian dipindahkan ke unit operasi di rumah sakit tersebut untuk mengurangi penyebaran virus.

"Kami menghitung bintang keberuntungan kami dan berharap segalanya akan berjalan baik untuknya," kata Amandine bersama suaminya, Francois, yang juga menggunakan masker berada di sisinya.

Dua anak mereka yang lain tidak bisa mengunjungi ibunya karena risiko tertular virus korona.

Bayi perempuan Amandine belum dites namun akan segera, kata dokter.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa ibu baru yang positif terinfeksi virus korona harus tetap merawat dan menyusui bayi mereka seperti biasa, asal tetap menjaga aturan kebersihan yang ketat.

Meski ada kekhawatiran tentang kemungkinan penularan dari ibu ke bayi, sebuah penelitian terhadap perempuan hamil di Tiongkok yang dites positif terjangkit virus, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet pada pertengahan Februari, melaporkan bahwa tidak ada bukti yang dapat diandalkan tentang transmisi vertikal dari ibu ke bayi yang belum lahir. (OL-1)

Baca Juga

AFP/OLIVIER DOULIERY

Trump Bersikeras Membatalkan Kesepakatan Bisnis TikTok

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 18:36 WIB
Presiden Trump menegaskan akan "menghapusnya" jika tidak sesuai dengan...
Ilustrasi

CDC AS Perbarui Pedoman Penularan Covid-19 di Udara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:39 WIB
CDC saat ini memperbarui rekomendasi mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara (virus yang menyebabkan covid-19). Setelah proses ini...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di AS Mendekati 200.000 Kasus

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:36 WIB
Lebih dari 70% kematian di AS terjadi di antara orang-orang yang berusia di atas 65...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya