Minggu 26 April 2020, 11:00 WIB

Puluhan Demonstran Antilockdown Ditahan di Berlin

Basuki Eka Purnama | Internasional
Puluhan Demonstran Antilockdown Ditahan di Berlin

AFP/Tobias SCHWARZ
Polisi menahan demonstran yang menentang kebijakan lockdown di Berlin, Jerman.

 

POLISI Jerman menahan puluhan demonstran di Berlin, Sabtu (25/4), karena mengabaikan aturan lockdown saat melakukan aksi menentang kebijakan itu.

Sekitar 1.000 orang hadir dalam aksi demonstrasi yang digelar seminggu sekali di ibu kota Jerman itu.

Demonstrasi pada Sabtu (25/4) itu dihadiri oleh mayoritas aktivis sayap kiri namun juga oleh pendukung sayap kanan.

Baca juga: Prancis Laporkan 369 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Polisi mendirikan barier di sekitar Alun-Alun Rosa Luxemburg, tempat tujuan para demonstran sehingga mereka memilih bertahan di jalan-jalan dekat lokasi itu.

"Demonstran ini tidak dilakukan sesuai aturan untuk mencegah penyebaran covid-19," ungkap polisi Jerman lewat Twitter.

Para demonstran mengenakan kaos yang menuding Kanselir Jerman Angela Merkel 'melarang hidup' sementara kaos lain hanya bertuliskan 'kebebasan'.

Demonstrasi itu digelar tanpa izin karena Pemerintah Kota Berlin telah melarang kegiatan yang melibatkan lebih dari 20 orang.

Merkel menuai pujian karena kebijakannya menghadapi pandemi covid-19 sehingga Jerman sukses mencatatkan angka kematian--5.500 orang--jauh lebih rendah dibandingkan Italia, Spanyol, dan Inggris yang akan kematiannya telah melewati 20 ribu. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

Ilustrasi

CDC AS Perbarui Pedoman Penularan Covid-19 di Udara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:39 WIB
CDC saat ini memperbarui rekomendasi mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara (virus yang menyebabkan covid-19). Setelah proses ini...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di AS Mendekati 200.000 Kasus

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:36 WIB
Lebih dari 70% kematian di AS terjadi di antara orang-orang yang berusia di atas 65...
AFP/Oli SCARFF

Inggris akan Tutup Tempat Hiburan Malam Lebih Awal

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 22 September 2020, 14:16 WIB
Kepala petugas medis Chris Whitty mengatakan tingkat infeksi meniru kebangkitan kuat yang terjadi di Prancis dan Spanyol, sekitar dua kali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya