Minggu 26 April 2020, 09:30 WIB

WHO: Belum Ada Bukti Pasien Covid-19 tidak Bisa Tertular Lagi

Nur Aivanni | Internasional
WHO: Belum Ada Bukti Pasien Covid-19 tidak Bisa Tertular Lagi

AFP/Fabrice COFFRINI
Logo WHO di markas besar organisasi kesehatan dunia itu di Swiss.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu (25/4), memperingatkan bahwa orang yang dinyatakan pernah positif dan sembuh dari infeksi tidak bisa dipastikan mereka tidak akan terkena lagi virus korona baru (covid-19).

Peringatan itu datang ketika sejumlah negara mempelajari langkah-langkah seperti penerbitan "paspor imunitas" bagi mereka yang telah pulih sebagai salah satu cara membuat orang kembali bekerja setelah berminggu-minggu perekonomian di negara tersebut ditutup akibat pandemi.

"Saat ini belum ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari #COVID19 dan memiliki antibodi terlindungi dari infeksi kedua," kata badan kesehatan PBB itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: Prancis Laporkan 369 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Ia memperingatkan orang-orang semacam itu mungkin cenderung mengabaikan saran kesehatan masyarakat seperti terus mengenakan masker dengan asumsi mereka tidak berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain.

Itu menjadi kekhawatiran ketika pengujian menjadi lebih luas, terutama pengujian untuk antibodi virus korona yang kehadirannya menunjukkan seseorang yang sebelumnya tertular virus dan sembuh.

"Jika saya sudah memiliki korona, saya tidak menular," kata warga Berlin Lothar Kopp yang berharap dinyatakan positif untuk antibodi karena itu memungkinkannya mengunjungi ibunya yang sudah lanjut usia.

Jerman telah melakukan puluhan ribu tes dan negara-negara lain juga berupaya menentukan apa yang disebut dengan tingkat imunitas.

Total kasus di seluruh dunia naik menjadi 2,86 juta dan kematian meningkat melewati angka 200 ribu, dua kali lipat sejak 10 April, menurut penghitungan AFP.

Eropa, wilayah yang paling terpukul, telah mencatat 122.171 kematian akibat virus korona. Amerika Serikat (AS) memiliki jumlah kematian tertinggi untuk satu negara dengan 53.070 kematian, diikuti Italia pada 26.384, Spanyol 22.902, Prancis 22.614, dan Inggris 20.319. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Covid-19, Papua Nugini Hentikan Operasional Tambang Terbesar

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:41 WIB
Pandemi virus korona (covid-19) yang telah mewabah di Papua Nugini memaksa penutupan tambang terbesar di negara...
AFP/Prakash Singh

Rekor, India Catat 904 Kematian Akibat Covid-19 dalam Sehari

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:27 WIB
Hampir 2 juta warga India terinfeksi covid-19. Total kasus kematian akibat covid-19 mencapai 40 ribu orang. Namun, tingkat kesembuhan...
AFP

Jerman Kirim Tim Penyelamat dan Medis, Irak Kirim Bahan Bakar

👤¬†Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 15:20 WIB
Tim penyelamat Jerman akan membantu pihak berwenang Libanon menemukan korban yang terperangkap di bawah reruntuhan di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya