Rabu 22 April 2020, 14:58 WIB

Siswa Flores Timur Dapat Pulsa dari BOS, tapi tidak Ada Sinyal

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Siswa Flores Timur Dapat Pulsa dari BOS, tapi tidak Ada Sinyal

MI/Ferdinandus Rabu
Siswa di Flores Timur di lapangan untuk mendapatkan sinyal internet

 

SEKOLAH di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pengadaan paket data bagi siswa untuk bisa belajar secara online.

Namun, ketersediaan pulsa itu ternyata tidak membantu siswa karena ketiadaan sinyal.

Baca juga: Tidak Bisa Online, Pesta Adat Batak Ditiadakan karena Korona

Seorang guru di SD Inpres Lewokoli di Desa Aransina Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, Blasius Dana Soge saat dikonfirmasi Rabu (22/4), mengakui, sekolah telah memanfaatkan sebagian dana BOS untuk membantu kebutuhan pulsa data bagi siswa. Hanya saja, belum seluruh lokasi domisili siswa dicakupi sinyal internet.

"Siswa hanya belajar di rumah secara daring. Kami juga memanfaatkan dana BOS untuk membantu siswa membeli pulsa data. Tetapi yang jadi kendala justru adalah sinyal internet yang belum masuk ke desa. Sehingga anak-anak harus cari sinyal dulu baru bisa akses internet. Biasanya mereka ke satu-satunya lokasi yang ada sinyal dan cukup jauh dari sini," kata Blasius.

Baca juga: Polda NTT Sita Ratusan Liter Miras Oplosan dari Penumpang Kapal

Seorang orangtua siswa, Emanuel juga mengakui hal yang sama. Ia harus rela mendampingi anaknya ke lokasi dengan sinyal internet yang cukup dari desa mereka.

"Pulsa data sudah terisi, tapi tidak ada sinyal internet di sini. Sehingga saya juga harus mengantar anak saya ke lokasi satu-satunya yang ada sinyal. Jalan ke lokasi sinyal juga cukup jauh dan berada di ketinggian. Banyak semak belukar di sana, sehingga saya selalu temani anak saya ke sana hanya supaya anak saya bisa akses internet untuk belajar dan mengerjakan tugas secara daring," ungkap Emanuel.

Baca juga: Relawan Solo Bagikan Mainan Bantu Anak Lewati Pandemi Korona

Sejumlah siswa mengungkapkan kondisi yang mereka jalani. "Ini satu-satunya lokasi yang ada sinyal. Hampir setiap hari kami harus berjalan kaki kira-kira 1 jam lebih untuk tiba ke lokasi sinyal ini. Desa kami belum ada sinyal. Untuk telepon saja sulit, apalagi internet. Di tempat sinyal ini, kami bisa belajar menggunakan akses internet dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kadang-kadang putus internetnya sehingga cukup menggangu, tapi mau bagaimana lagi karena ini satu-satunya lokasi sinyal. Mudah-mudahan desa kami bisa secepatnya dipasang sinyal internet agar kami tidak lagi kesulitan mencari sinyal," pungkas Susana, salah seorang siswi Kelas 6 SD Inpres Lewokoli. (X-15)

Baca Juga

BIRO PERS SETPRES/LAILY RACHEV

Tol Pekanbaru-Dumai Diminati Investor

👤Ins/Pra/RK/X-11 🕔Sabtu 26 September 2020, 04:47 WIB
Minat investor untuk ikut mendukung pengembangan daerah harus direspons cepat sehingga pemerintah daerah dan masyarakat bisa mendapatkan...
Antara/Siswowidodo

Pabrik Rokok di Sumenep Ditutup karena Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 02:25 WIB
Ini dilakukan setelah terdapat 94 karyawan yang positif terpapar virus korona jenis baru...
ANTARA/Iggoy el Fitra

1.100 Kamar Hotel di Sumut untuk Pasien Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 00:55 WIB
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta penyediaan 1.100 kamar hotel di daerah itu untuk dijadikan ruang isolasi bagi pasien...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya