Rabu 22 April 2020, 10:33 WIB

Kemenhub Siapkan Permenhub untuk Skema Larangan Mudik

Hilda Julaika | Ekonomi
Kemenhub Siapkan Permenhub untuk Skema Larangan Mudik

MI/RAMDANI
Pengumuman untuk tidak mudik dalam upaya memutus rantai penyebaran civid-19 terpasang di pintu masuk tol kawasan Semanggi, Jakarta, Senin.

 

PRESIDEN RI Joko Widodo, pada Selasa (21/4) telah memutuskan untuk melarang masyarakat melakukan mudik pada tahun ini dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera menyiapkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub).

Menurut Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, penyusunan regulasi Permenhub ini turut melibatkan stakeholder terkait. Seperti Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepolisian dan sebagainya.

“Arahan Presiden, transportasi diharapkan dapat berperan aktif dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19. Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan segera menyiapkan Permenhub yang mengatur pelarangan mudik termasuk sanksinya apabila melanggar aturan,” ujar Adita melalui keterangan resminya pada Media Indonesia, Rabu (22/4).

Lebih lanjut Adita menjelaskan, regulasi transportasi terkait pelarangan mudik, berlaku untuk angkutan umum penumpang dan kendaraan pribadi.

“Pelarangan dimulai pada 24 April 2020 secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, dan mulai diberlakukan sanksi secara penuh pada 7 Mei 2020. Pelarangan mudik akan diberlakukan sampai dengan tanggal 2 Syawal 1441 H, dan dapat menyesuaikan dengan memperhatikan dinamika perkembangan Pandemi Covid-19,” jelas Adita.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik karena Kesadaran Masyarakat Rendah

Adapun skenario yang akan disiapkan adalah pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan. Hal tersebut dilakukan karena yang dilarang untuk melintas adalah angkutan yang membawa penumpang saja, sementara angkutan barang atau logistik masih dapat beroperasi.

Pelarangan mudik berlaku untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan untuk diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga wilayah yang masuk zona merah virus korona.

“Larangan mudik ini nantinya tidak memperbolehkan lalu lintas orang untuk keluar dan masuk dari dan ke wilayah khususnya Jabodetabek. Namun masih memperbolehkan arus lalu lintas orang di dalam Jabodetabek (aglomerasi),” tuturnya.

Sementara itu, transportasi massal di dalam Jabodetabek seperti kereta rel listrik (KRL) juga tidak akan ditutup atau dihentikan operasionalnya. Hal ini untuk mempermudah masyarakat yang tetap bekerja khususnya tenaga kesehatan, cleaning service rumah sakit, dan sebagainya. (A-2)

 

Baca Juga

ANTARA - HO/KKP

DPR Dukung Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan

👤¬†Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 06 Juli 2020, 15:09 WIB
Sebelumnya diketahui kebijakan Menteri KKP Edhy Prabowo mendapat kritikan karena mengubah aturan yang dibuat menteri...
MI/Bagus Suryo

Kementan: Inhaler dan Roll On Anti-Korona Siap Akhir Juli Ini

👤Hilda Julaika 🕔Senin 06 Juli 2020, 13:28 WIB
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mengatakan kalung antivirus korona berbahan eukaliptus akan siap dipasarkan pada Agustus...
Dok. Pribadi

Penerapan Climate Smart Agriculture Perkuat Ketahanan Pangan

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Juli 2020, 13:20 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya selalu mendukung kegiatan Gerakan Ketahanan Pangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya