Rabu 22 April 2020, 06:35 WIB

Harga Pangan belum Turun

Andhika Prasetyo | Nusantara
Harga Pangan belum Turun

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi -- Pedagang menyortir cabai yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta.

 

HARGA bahan pangan pokok tercatat masih tinggi di beberapa daerah. Salah satu di antaranya harga gula di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mencapai Rp18.000/kg di pasar tradisional. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) gula sebesar Rp12.500/kg.

“Kondisi sekarang stok gula pasir kosong. Pabrik di Jawa belum giling tebu,” kata pemimpin wilayah Perum Bulog NTT Taufan Akib, kemarin.

Informasi itu ternyata sudah sampai ke Istana. Bahkan, menurut Presiden Joko Widodo, harga gula sudah ada yang mencapai Rp19.000/kg.

“Ini yang masih naik beras, mulai naik sedikit. Harga gula tidak bergerak turun sama sekali, justru malah naik Rp19 ribu (per kilogram). Bawang bombai dan bawang putih juga belum turun. Saya tidak tahu apakah Kementerian Perdagangan sudah melihat di lapangan bahwa
ini belum bergerak turun,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, kemarin.

Ia menyebut harga gabah kering panen di tingkat petani sudah turun 5%, tetapi harga beras di pasar malah naik sampai 0,4%.

“Ini ada apa? Tolong di lapangan dicek betul. Ini pasti ada masalah. Kalau harga gabah kering turun, mestinya harga beras juga ikut turun,” tuturnya.

Presiden menyebutkan, jika kondisi seperti ini terus berlangsung, petani dan masyarakat sebagai konsumen akan sangat dirugikan. Terlebih Ramadan akan segera tiba dan permintaan atas kebutuhan pangan akan melonjak.

Selain beras, Presiden mengatakan, sampai pekan kedua April, harga produk pangan yang masih tinggi ialah daging sapi, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir.

Stok pangan aman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terus memantau dan menjamin stok dan ketersedia an, pasokan, distribusi, serta stabilitas harga.

“Secara keseluruhan bahan pangan pokok kita relatif tersedia. Presiden dalam rapat tadi juga memberi arahan untuk mengamankan cadangan beras pemerintah,” ujar Airlangga seusai mengikuti ratas.

Ia menjelaskan, stok beras relatif mencukupi kebutuhan Ramadan dan Lebaran mengingat tiga bulan ke depan akan panen raya. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, juga mengawasi 168.000 rice mill yang tentunya diharapkan bisa diserap oleh Bulog dan para distributor.

“Jagung dan bawang merah juga cukup. Mulai Brebes, Agam, dan beberapa daerah lain juga sedang menjelang panen bawang merah. Begitupun dengan cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan gula pasir. Semua aman,” terangnya.

Untuk bawang putih, pemerintah telah memberikan perizinan impor dan akan masuk ke jumlah yang cukup menjelang Lebaran. Masuknya impor bawang putih diharapkan mampu menurunkan harga.

Dari sisi harga per 20 April 2020, rincian harga di pasarpasar basah di 34 provinsi, beras medium Rp12.000/kg, beras premium Rp12.750/kg, gula pasir Rp18.400/kg, dan daging sapi Rp117.800/kg.

Sementara itu, cabai rawit Rp39.600/kg, cabai merah Rp31.200/kg, bawang merah Rp43.750/kg, bawang putih Rp41.500/kg, minyak goreng curah Rp12.450 per liter, minyak goreng kemasan Rp14.700 per liter, daging ayam ras Rp28.450/kg, dan telur ayam ras Rp25.750/kg.

Pemerintah juga disebut turut memperhatikan nilai tukar petani sembari menyiapkan stimulus untuk para petani. Petani diharapkan bisa mendapatkan semacam insentif untuk melakukan tanam di musim pascapanen raya nanti. (Mir/PO/MR/X-10)

Baca Juga

Antara

Ditemukan Lagi Tengkorak Manusia di Pura Bias Aud-Bali

👤Antara 🕔Minggu 05 Juli 2020, 20:45 WIB
POLRES Badung bersama jajaran Polsek Kuta Utara menemukan Kerangka tengkorak manusia di Pura Bias Aud, Banjar Batu Belig, Badung, Bali,...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Jogja Bersiap Terima Kunjungan Libur Kenaikan Kelas

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Minggu 05 Juli 2020, 20:00 WIB
"Dalam rangka kehati-hatian dalam persiapan menuju new normal, pengetatan terhadap protokol baru, aturan baru, tatanan baru...
MI/John Lewar

Keuskupan Ruteng Salurkan Sembako Terdampak Covid-19

👤John Lewar 🕔Minggu 05 Juli 2020, 19:55 WIB
MENGURANGI beban para korban terdampak Covid-19, pemimpin tertinggi gereja katolik keuskupan Ruteng wilayah Flores Barat membagikan sembako...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya