Rabu 22 April 2020, 05:00 WIB

Jangan Mudik, Syekh Ali Jaber: Silaturahim bisa Lewat Video Call

Astri Novaria | Humaniora
Jangan Mudik, Syekh Ali Jaber: Silaturahim bisa Lewat Video Call

ANTARA
Syekh Ali Jaber

 

PENDAKWAH Syekh Ali Jaber mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak mudik tahun ini karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, yang sangat mudah menular.

"Jangan mudik. Kita utamakan kesehatan orang tua dan orang yang rentan," kata Ali dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (22/4).

Baca juga: Cegah Covid-19, DPR Minta Warga Patuhi Larangan Mudik

Dia mengatakan tidak mudik pada Lebaran tahun ini dapat menjadi sarana mencegah penyebaran Covid-19. Sarana silaturahim yang biasa dilakukan dengan mudik dapat diganti dengan menyapa lewat daring seperti panggilan video melalui gadget yang terhubung internet.

Ali mengatakan dirinya juga tidak mudik ke Madinah, Arab Saudi, tempat asalnya dan kota orang tuanya tinggal. Dia paham mengenai potensi penyebaran Covid-19 kepada orang di sekitar bahkan dari orang yang nampak sehat sekalipun.

"Saya putuskan tidak mudik meski ada kesempatan. Tetapi saya tidak mau, bukan saya tidak butuh silaturahim. Orang tua kita adalah surga di dunia," kata dia.

Dia mengaku sedih tidak dapat pulang kampung tetapi demi kebaikan bersama memutus rantai penularan Covid-19 maka tidak mudik harus dilakukan oleh setiap pihak di masa pandemi.

"Kita tidak mau tinggalkan mereka (orang tua) tetapi kondisi saat ini membuat kita tidak melakukan itu. Silaturahim bisa lewat video call. Mudik kita tahun ini agar tidak ke mana-mana tetap di rumah," katanya.

Ali setuju dengan pernyataan sejumlah ahli bahwa Covid-19 bukan merupakan penyakit yang remeh sehingga harus dihadapi dengan cara-cara yang tidak sederhana.

"Ini musuh serius. Kita harus hati-hati, waspada," kata dia.(Ant/OL-6)
 

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Ahli Perkirakan Covid-19 di Indonesia Baru Reda Dalam 3 tahun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:50 WIB
Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut covid-19 baru akan mereda di Indonesia dalam...
ANTARA FOTO/Rony Muharrman

BBKSDA Sumut Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung tanpa Dokumen

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:41 WIB
Satwa liar tersebut langsung dilepasliarkan di beberapa Taman Wisata Alam di wilayah Provinsi Sumatra...
ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

Dahlan Iskan: Cuma Sumbar yang tidak Beli Alat Rapid Test

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:31 WIB
"Di sana, test swab bisa dilakukan dengan cepat. Hasilnya bisa diketahui dalam 24 jam. Dengan kapasitas yang sangat besar yakni 3.500...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya