Selasa 21 April 2020, 00:25 WIB

Merintis Lumbung Pangan di Kampung Arab

Merintis Lumbung Pangan di Kampung Arab

MI/Dede Susianti
Lumbung pangan

 

TIADA yang baru di muka bumi. Semua yang ada sekarang, dulu sudah pernah ada. Lumbung ketahanan pangan yang menghilang
di perkotaan, kini kembali terlihat di Jalan Layung Sari, Kelurahan Empang, salah satu kawasan padat penduduk di selatan Kota Bogor.

Lima hari sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor, warga mulai bergerak mengumpulkan kebutuhan pangan berupa beras dan makanan lainnya.

Mereka menabung bahan pangan untuk berjaga-jaga bilamana horor covid-19 terus berkepanjangan. Pembagian ketersedian
pangan disepakati berdasarkan urutan yang paling terdampak virus korona. Misalnya, diutamakan pekerja harian yang praktis kehilangan pemasukan, mereka yang terkena PHK, dan warga kurang mampu.

Mulianya hati warga dan para relawan yang terlibat dalam penanganan covid-19 di lapangan juga dimasukkan ke daftar penerima.

Lurah Empang Hary Cahyadi menuturkan lumbung pangan dibangun bermula dari beberapa pengusaha, perusahaan, serta pedagang yang berdomisili ataupun berusaha di kelurahannya hendak berdonasi.

Setelah berembuk dengan melibatkan karang taruna, tokoh masyarakat, RT, RW, serta muspika, disepakati agar bantuan yang diberikan bukan berupa uang, melainkan berupa beras dan bahan makanan.

Kejujuran masyarakat Kelurahan Empang diganjar dengan banyaknya donatur yang menyumbang. “Dari tanggal 10 April, jauh hari sebelum PSBB diberlakukan, sampai sekarang ini sudah ada 1.000 kg beras dan 100 dus mi instan yang didonasikan. Bukan hanya pengusaha dan pedagang yang memberikan donasi, melainkan juga pihak RT, RW, dan warga ikut-ikutan memberikan kontribusi,” tutur Hary.

Beras dan bahan pangan akan diberikan dalam bentuk mentah berupa paket-paket kepada warga yang membutuhkan. Paketpaket itu sudah disiapkan dan tinggal dibagikan. Pihaknya juga sudah membuatkan dapur umum.

Berdasarkan pendataan RW Siaga Korona Kelurahan Empang, terdapat 1.500-an kepala keluarga yang ekonominya terdampak. Kemarin, RW Siaga Korona mulai membuka dapur umum. Berbarengan pula datang bantuan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil berupa beras 100 kg. (Dede Susianti/J-2)

 

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Pandemi Membuka Peluang Dunia Digital

👤Dmr/Put/J-2 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:17 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membantu para pelaku UMKM untuk berpindah ke bisnis digital dan memastikannya mampu...
MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:48 WIB
Di hari Sabtu pekan lalu jumlah orang yang datang berada di kisaran 800 pengunjung dan Minggu pekan lalu mencapai 1.500...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya