Sabtu 18 April 2020, 10:45 WIB

Risma Imbau Warganya Terpapar Covid-19 tak Segan Berobat ke RS

Mediaindonesia.com | Nusantara
Risma Imbau Warganya Terpapar Covid-19 tak Segan Berobat ke RS

ANTARA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

 

WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) maupun terkonfirmasi positif Covid-19, untuk tidak takut membawa diri dan berobat di rumah sakit.

"Jika masyarakat tidak melakukan perawatan di rumah sakit, maka virus tersebut berpotensi menular kepada keluarga yang tinggal satu rumah," kata Wali Kota Risma di Surabaya, Sabtu (18/4).

Baca juga: Petani Didorong Kuatkan Produksi

Menurut dia, pihaknya mempunyai data warga Surabaya yang berstatus OTG, ODP, PDP dan terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, Wali Kota Risma berharap agar mereka mau berobat ke rumah sakit.

"Pemkot Surabaya sudah berkomunikasi dengan rumah sakit untuk menerima," katanya.

Risma menjelaskan jika warga tersebut tidak mau dirawat di rumah sakit dan memilih berada di rumah, maka anggota keluarga pun akan tertular lantaran harus ikut merawat tanpa memiliki alat kesehatan yang memadai.

Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk berobat ke rumah sakit. "Anggota keluarga lain tertular karena harus merawat dan berada di dalam satu rumah maka mereka ikut sakit," katanya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu menegaskan, bahwa sebetulnya banyak sekali pasien yang sembuh dari Covid-19. Ia yakin bahwa penyakit ini dapat dilawan dengan tetap terus disiplin, menerapkan pola hidup sehat dan semua protokol yang ada.

"Yakinlah sebetulnya banyak sekali yang sembuh. Kita perlu disiplin, menjaga kebersihan, dan jaga jarak, maka kemudian kita percaya kesembuhan itu akan datang," katanya.

Sementara itu, Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, M. Fikser sebelumnya mengatakan Pemerintah Kota Surabaya hingga saat ini belum mengirim surat pengajuan pemberlakukan PSBB.

"Kita masih dalam kajian, tapi belum ke arah pelaksanaan. Pemkot belum kirim surat. Kita coba melakukan pembatasan dan itu pun berkoordinasi dengan jajaran TNI dan Polri," ujarnya.

Menurut dia, pada titik keramaian, Pemkot Surabaya bersama jajaran TNI dan Polri rutin melakukan razia di tempat umum. Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga melakukan rapid test atau tes cepat Covid-19 terhadap pengunjung di sejumlah kafe atau tempat umum lainnya.

Diketahui dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id, jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya sempat mengalami lonjakan dari sebelumnya pada Sabtu (11/4) hanya 97 orang menjadi 180 orang pada Minggu (12/4).

Sedangkan pada Senin (13/4) mengalami kenaikan 28 orang, Selasa (14/4) 20 orang, Rabu (15/4) 16 orang, Kamis (16/4) 2 orang, Jumat (17/4) 4 orang sehingga total saat ini menjadi 250 orang. (Ant/OL-6)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Masyarakat Pesisir Sungai Kalsel Olah Eceng Gondok Jadi Kertas

👤Denny Susanto 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:45 WIB
Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Wisata Lok Baintan agar menjadi lebih kreatif dan...
Dok pemprov jatim

Koperasi di Jatim Harus Percepat Transformasi Digital

👤RO/Micom 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:39 WIB
Pandemi covid-19 harus dijadikan momentum bagi koperasi untuk masuk ke dalam ekosistem...
medcom.id

Penyebaran Covid-19 di Pusdikpom Cimahi Mulai Terkuak

👤Depi Gunawan 🕔Minggu 12 Juli 2020, 11:27 WIB
Kasus covid-19 di Pusdikpom diduga berasal dari seorang siswa yang dirawat di RS Dustira. Kemudian yang bersangkutan menjalani swab test...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya