Jumat 17 April 2020, 06:15 WIB

Kementerian LHK Keluarkan Edaran, Pastikan Pencegahan Covid-19

Gan/S3-25 | Politik dan Hukum
Kementerian LHK Keluarkan Edaran, Pastikan Pencegahan Covid-19

Dok.KLHK
Pengelolaan Limbah Infeksius dan Sampah Rumah Tangga Dari Penanganan Covid-19

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan surat edaran soal pengelolaan limbah infeksius (B3) dan sampah rumah tangga untuk penanganan virus korona (covid-19).

Surat tersebut merupakan pedoman penanganan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan paparan dan menghindari penumpukan limbah infeksius dan sampah rumah tangga.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan Surat Edaran Nomor SE.2/MENLHK/PSLB/PLB.3/3/2020 ini akan berlaku sampai dengan pencabutan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menerangkan surat terebut menjelaskan, pengelolaan limbah infeksius yang berasal dari fasilitas pelayanan medis/kesehatan, limbah infeksius dari ODP yang beasal dari rumah tangga, dan pengolahan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

“Edaran ini menyatakan sarana kesehatan seperti APD (alat pelindung diri) dan sampel laboratorium yang telah digunakan merupakan B3 yang berupa limbah infeksius,” ungkap Vivien, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, mengenai limbah infeksius covid-19 pada fasilitas layanan kesehatan, untuk lama penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan tertutup maksimal dua hari sejak dihasilkan.

Selanjutnya, pengangkutan dan/atau pemusnahan dalam pengelolaan limbah B3 dengan penggunaan fasilitas ‘incinerator’ dilakukan dengan
suhu pembakaran minimal 800 derajat Celcius atau autoclave yang dilengkapi pencacah (shredder).

“Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dengan simbol beracun dan label limbah B3 lalu disimpan di tempat penyimpanan sementara untuk diserahkan kepada pengelola limbah B3,” jelas dia.

Untuk limbah infeksius rumah tangga ODP, surat edaran itu juga memberikan pedoman untuk mengumpulkan limbah APD seperti masker, sarung tangan, dan baju pelindung diri, serta mengemas tersendiri dengan wadah tertutup. Kemudian, limbah diangkut dan dimusnahkan pada pengelolaan limbah B3.

Pemda aktif

Vivien mengimbau pemerintah daerah (pemda) untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius yang bersumber dari masyarakat.

“Limbah APD harus dikemas tersendiri dengan wadah tertutup bertuliskan limbah infeksius,” kata dia.

Selanjutnya, kata Vivien Surat Edaran tersebut memastikan bahwa petugas kebersihan atau pengelola persampahan terlindungi dari sebaran penularan covid-19. Bagaimanapun, mereka adalah termasuk garda penting di lapangan dan memiliki resiko yang tinggi. Sehingga Surat Edaran ini memastikan bahwa petugas-petugas dan pengelola persampahan tersebut menggunakan APD (alat pelindung diri) dalam bekerja sehari-hari di lapangan.

Selain itu, masyarakat yang sehat diimbau untuk memakai masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari. “Adapun bagi yang sehat dan memakai masker sekali pakai (disposable mask) harus merobek, memotong, atau mengguntingmasker dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Vivien juga menganjurkan pemerintah daerah untuk menyiapkan tempat sampah (dropbox) khusus masker di ruang publik. Bagi seluruh petugas kebersihan atau pengangkut sampah wajib menggunakan APD, masker, sarung tangan dan safety shoes yang setiap hari harus disucihamakan.

“Surat edaran akan berlaku sampai dengan pencabutan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus korona di Indonesia,” tegas Vivien lagi.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A/2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Korona di Indonesia selama 91 hari terhitung sejak 29 Februari–29 Mei 2020.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Jakarta, kasus positif terinfeksi korona tertinggi sampai 12 April mencapai 4.241 orang positif, sembuh 359, dan meninggal dunia 373 orang.

Memilah sampah

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Andono Warih, mengatakan, pengelolaan limbah infeksius dari fasilitas
pelayanan kesehatan sudah dilakukan sebelumnya.

Pengolahannya telah berpedoman pada Permen LHK Nomor 56/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“Sebetulnya tata kelola ini sudah berjalan, rumah sakit dan klinik kesehatan telah bekerjasama dengan jasa pengolahan limbah medis yang berizin dari Kementerian LHK,” jelas dia.

Bahkan, kata Andono, pengelolaan limbah infeksus dari rumah tangga pun telah menerapkan protokol pengelolaan masker bekas dari rumah tangga untuk mencegah penyebaran covid-19.

Alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan sekali pakai menyebabkan sampah masuk kategori infeksius dan potensial mengalami
peningkatan hingga memerlukan penanganan khusus.

“Sebelumnya, limbah jenis ini memang banyak di fasilitas pelayanan kesehatan, sekarang banyak dari rumah tangga,” jelas dia.

Ia berharap, ke depan masyarakat dapat memilah dan proses disinfeksi sederhana terhadap bekas masker dengan merendam atau melakukan penyemprotan disinfektan yang mudah ditemui di rumah, seperti cairan pemutih pakaian.

Kemudian, masker sekali pakai yang selesai dipakai digunting atau dipotong untuk menghindari penyalahgunaan dan dikemas khusus.

“Tujuannya, limbah tidak disalahgunakan atau dipakaiulang atau dijual kembali kepada masyarakat hingga membahayakan kesehatan pemakai,” tutup dia. (Gan/S3-25)

Baca Juga

ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A

Panglima TNI Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring

👤Dwi Tupani 🕔Senin 01 Juni 2020, 12:11 WIB
"Dalam upacara yang dilaksanakan secara  Daring tersebut, Panglima TNI menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 dan berdiri...
MI/BARRY FATHAHILLAH

MPR: Amalkan Nilai-nilai Pancasila Percepat Penanggulangan Korona

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 11:45 WIB
"Seluruh anak bangsa baik penyelenggara negara maupun masyarakat perlu mengamalkan nilai-nilai pancasila. Termasuk dalam menanggulangi...
MI/SUSANTO

Konsumsi Ganja saat Pandemi Covid-19, Artis Dwi Sasono Ditangkap

👤Tri Subarkah 🕔Senin 01 Juni 2020, 11:19 WIB
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Dwi Sasono ditangkap di kediamannya pada Selasa (26/5)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya