Kamis 16 April 2020, 19:50 WIB

Bengawan Jero Meluap Banjiri Kawasan Lamongan

Ahmad Yakub | Nusantara
Bengawan Jero Meluap Banjiri Kawasan Lamongan

MI/Ahmad Yakub
Luapan sungai Bengawan Jero menutup jalan penghubung antar desa

 

BANJIR luapan Bengawan Jero  dan curah hujan tinggi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meningkat dipemukiman warga. Banjir juga merendam akses jalan antar kecamatan di kabupaten setempat dengan ketinggaian hingga 50 cm.

Hal itu memaksa warga memutar saat hendak melakukan aktivitasnya. Warga juga mulai mengungsi akibat rumah terendam banjir setinggi 40 cm-50 cm.

Efendi,  warga Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun mengatakan, banjir akibat hujan deras sejak sepekan ini terus meningkat. Menurutnya, hal itu karena kiriman air dari Kali Deket yang masuk kawasan Bengawan Jero meninggi.

"Pekan lalu belum.seberapa tapi, sejak dua hari ini terus meningkat dan masuk ke pemukiman," terangnya, Kamis (16/4) siang.

Ketinggian banjir dalam rumah, lanjut dia, secara bertahap terus naik.Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa beraktivitas dengan bebas. " Kami terpaksa mengungsi Mas ke rumah orang tua di Gresik," katanya.

Sebab semua keluarganya tudak bisa beraktivitas dan beristirahat dengan nyaman di dalam rumah. Sementara, barabg-barang peralatan elektronik rumah tangga sudah dinaikkan ke tempat yang lebih aman. Dan untuk menjaga barang berharganya, orabg tuanya tetap bertahan di rumah.

"Kamar mandi juga sudah kemasukan air setinggi lutut.Ya terpaksa mengungsi, karena tidak bisa apa apa lagi," keluhnya.

Senada disampaikan Kurnadi, warga lainnya.Ketinggian genangan banjir disekitar tempat tinggalnya terus meningkat. Akses jalan antarkecamatan yang menghubungkan Kecamatan Glagah dengan Kecamatan Deket juga terendam beberapa titik.

Antara lain berada di titik Desa Soko Glagah dan beberapa titik di Kecamatan Deket. Tinggi genangan banjir tidak saja merendam sawah dan tambak namun, juga merendam ruas jalan antarkecamatan hingga setinggi 50 cm.

"Saya terpaksa memutar lewat Kecamatan Dukun, Gresik saat mengantar isteri kerja di Kota Lamongan," jelasnya.

Dari Kecamatan Dukun, Gresik dia memutar ke barat melalui Kecamatan Karanggeneng dan terus kearah selatan masuk Kecamatan Sukodadi dan berlanjut ke Kecamatan Turi dan baru masuk Kota Lamongan.

Dikatakannya, banjir pada musim ini tergolong paran dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, akses jalan antarkecamatan yabg menghubungkan Kecamatan Karangbinagun, Glagah hingga Kecamatan Deket masih bisa dilalui kendaran roda dua.

Namun saat ini, jalan tersebut sudah terendam banjir sehingga kalau memaksa melintas dipastikan motor pasti mogok." Kita ga berani melintas. Karena mesin kendaraan pasti kemasukan air," ungkapnya.

Berdasarkan data dari BPBD setempat banjir luapan Bengawan Jero dan akibat curah hujan tinggi mengakibatkan 11 kecamatan di Kabupaten Lamongan, tergenang sejak Minggu (12/4) siang. Genangan banjir juga mengakibatkan 45 desa dari 11 kecamatan tergenang.

Banjir ini akibat luapan Bengawan Jero yang dipicu akibat tingginya curah hujan di kawasan setempat dalam beberapa hari terakhir. Dari 11 kecamatan itu, baru Kecamatan Kali Tengah yang terdata. Sedangkan, 10 kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan.

"Iya baru laporan dari Kecamatan Kali Tengah yang masuk," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lamongan, Jannata SM, beberapa hari lalu.

Tercatat yang terdampak ada 391 rumah, jalan desa dan dusun sepanjang 5,4 kilometer (km), dan jalan antar kecamatan sepanjang 1,2 km. Banjir juga, mengenangi sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah. Antara lain, sebuah masjid, 3 mushola, 15 gedung SMU, 15 gedung SMP, 1 puskesmas pembantu serta dua gedung sekolah tingkat dasar SD serta dua unit gedung TK. Tinggi genangan berkisar antara 15 cm-20 cm.

Banjir ini menyebar di 45 desa dari 11 kecamatan di kabupaten setempat. Antara lain, Kecamatan Lamongan, Deket, Modo, Kedungpring, Kalitengah, Turi, Sukodadi, Karangbinangun, Tikung, dan Kembangbahu.

Belum diketahui berapa luasan sawah dan areal pertambakan yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi ini.  Termasuk, angka kerugian materi yang diakibatkan bencana tersebut.  BPBD beralasan upaya pendataan masih terus dilakukan pada masing-masing kecamatan. (OL-13)

Baca Juga

Antara

Kasus Covid-19 di Jatim, Epidemiolog: Banyak Orang Tanpa Gejala

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 Juli 2020, 14:46 WIB
Otoritas setempat harus mengupayakan penambahan ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19, sebab masih banyak ditemukan kasus positif...
MI/Reza Sunarya

300 ASN di Purwakarta Jalani Swab Test

👤Reza Sunarya 🕔Senin 06 Juli 2020, 14:15 WIB
Pemkab Purwakarta Jawa Barat dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, melakukan swab test terhadap ratusan ASN di  Dinas...
MI/Arnoldus Dhae

Ratusan Anggota Polres Badung Nobar Live Metro TV

👤Arnoldus Dhae 🕔Senin 06 Juli 2020, 13:15 WIB
Ratusan polisi di Polres Badung menggelar nobar live Metro TV paduan suara virtual Polda Bali dengan tetap menerapkan protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya