Jumat 10 April 2020, 17:11 WIB

Klub Liga 1 Pasrah Jika Kompetisi Harus Dihentikan

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Klub Liga 1 Pasrah Jika Kompetisi Harus Dihentikan

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Markas Bali United

 

MANAJER Arema FC Ruddy Widodo mengaku hanya bisa pasrah jika Liga 1 musim ini terpaksa harus dibatalkan imbas pandemi global virus korona atau covid-19. Opsi pembatalan kompetisi musim ini akan diambil jika pemerintah tak kunjung mencabut status darurat bencana covid-19 yang ditetapkan hingga 29 Mei.

"Sesuai arahan dari BNBP itu masa darurat bencana sampe 29 Mei. Walaupun sangat berat bagi klub untuk tetap melanjutkan karena semua pendapatan sampai saat ini disetop. Jadi, kalau dari BNBP tanggal 29 Mei itu mundur lagi, dapat dipastikan Liga 1 2020 selesai," kata Ruddy, ketika dihubungi, Jumat (10/4).

Ruddy mengaku menerima keputusan tersebut, meski harus mengalami kerugian dengan tidak adanya pemasukan dari para sponsor, hak siar, dan tiket pertandingan. Sementara pihaknya juga harus tetap membayar gaji pemain dari Maret hingga Juni sebesar 25% dari nilai kontrak.

"Ya kami harus terima. Selama liga ditunda memang beban klub semakin bertambah karena tanpa pemasukan sama sekali dan punya kewajiban harus membayar gaji maximal 25%. Mungkin tidak hanya Arema, semua klub pasti merasakan kerugian ini," kata Ruddy.

Ruddy mengaku saat ini tinggal menunggu keputusan dari PSSI mengenai kelanjutan Liga 1 dan langkah klub ke depan, salah satunya mengenai status kontrak para pemain jika musim ini dibatalkan.

"Kami ikuti saja arahan dari PSSI," kata Ruddy.

Sementara CEO Bali United Yabes Tanuri mengaku tak ingin berandai-andai jika Liga 1 musim ini harus dibatalkan imbas pandemi global virus korona atau covid-19 semakin parah di Indonesia.

Ia mengatakan memang opsi tersebut ada dalam keputusan PSSI. Namun, hal tersebut bergantung pada kondisi terkini. Jika kondisi kembali kondusif dan aman untuk menyelenggarakan pertandingan, maka Liga 1 musim 2020 bisa dilanjutkan.

“Makanya kita lihat bagaimana perkembangan covid-19 ini bagaimana. Sambil kita juga membantu mencegah virus ini menyebar,” kata Yabes, ketika dihubungi, Jumat (10/4).

Yabes mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keputusan PSSI jika Liga 1 musim ini terpaksa harus dibatalkan. Ia mengatakan keputusan itu tentu telah mempertimbangkan kondisi dan yang terbaik untuk semua, termasuk menggelar kompetisi khusus menjelang musim 2021.

“Kami masih menunggu bagaimana kelanjutan liga ini,” tutur Yabes Tanuri.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan kompetisi musim ini akan dibatalkan jika pemerintah tak kunjung mencabut status darurat bencana covid-19 yang ditetapkan pada 29 Mei. Sebagai gantinya, pihaknya berencana menggelar kompetisi khusus.

Iwan Bule, sapaan akrabnya akan membahas lebih lanjut dengan klub. Namun, ia belum mengumumkan apa nama kompetisi itu dan bagaimana format turnamennya.

"Apabila September (covid-19) selesai, tentunya kami akan minta izin ke pemerintah akan mengadakan kompetisi khusus, seperti Liga Indonesia dan lain sebagainya namanya. Ini untuk mengisi kekosongan sampai akhir tahun," kata Iwan. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Sani Rizki Kenang Gol Pertama dan Pendidikan Polisi

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:30 WIB
Pemain berusia 22 tahun ini mencetak gol pertama bagi tim berjuluk The Guardian itu saat menghadapi PSMS Medan pada kompetisi Liga 1 musim...
Instagram @riskymuhammads22

Risky Siap Bersaing Jadi Kiper Andalan Timnas U-19

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:45 WIB
Risky merupakan satu dari empat kiper yang dipanggil dalam pemusatan latihan (TC) virtual Timnas U-19 Indonesia untuk menghadapi Piala AFC...
AFP/Erwin SCHERIAU / APA

Bekap Lustenau, Salzburg Juara Piala Austria

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 07:00 WIB
Di laga final di Stadion Woethersee, Klagenfurt, RB Salzburg sukses menang telak 5-0 atas Austria...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya